SMKN 10 Makassar Pastikan MPLS Ramah 2026 Bebas Perpeloncoan dan Perundungan, Libatkan TNI, BNN dan Kemenkumham

SMKN 10 Makassar Pastikan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan dan Perundungan, Libatkan TNI, BNN dan Kemenkumham
Kepala Sekolah UPT SMKN 10 Makassar , Dr. Andi Umar Patta, memastikan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan dan Perundungan, Libatkan TNI, BNN dan Kemenkumham, Kamis (09/07/202-) (Foto: Tim Redaksi)

BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR –SMKN 10 Makassar memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 akan berlangsung tanpa praktik perundungan maupun perpeloncoan. Masa orientasi tahun ini disebut dirancang ramah anak dan antiperundungan atau anti-bullying.

Hal tersebut diungkapkan Kepsek saat ditemui awak media di bilangan jalan Bandang, Makassar, Kamis (09/07/2026).

Kepala SMKN 10 Makassar, Dr. Andi Umar Patta S.Pd., M.Si., mengatakan pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan, termasuk menggelar rapat koordinasi dan menjadwalkan kegiatan pra-MPLS yang akan dilaksanakan sehari sebelum pembukaan kegiatan.

Menurutnya Seluruh rangkaian kegiatan MPLS Ramah 2026 untuk SMK disusun mengacu pada rujukan kegiatan dari Kemendisdasmen RI Nomor 12 tahun 2026  dan difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah, budaya belajar, serta pembentukan karakter peserta didik.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan lebih mudah beradaptasi sehingga tumbuh rasa nyaman dan memiliki terhadap lingkungan sekolah.

“Kami sudah melaksanakan rapat persiapan. Hari Sabtu nanti siswa baru akan mengikuti pra-MPLS untuk mendapatkan informasi awal mengenai pelaksanaan kegiatan, tata tertib sekolah, seragam yang akan digunakan, serta berbagai aktivitas yang akan dijalani selama MPLS,” ujarnya.

Menurut Andi Umar, kegiatan MPLS akan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat tanggal 13 – 17 Juli 2026.

Adapun materi MPLS 2026  yang diberikan kata Kepsek, tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga berisi pembinaan karakter, wawasan kebangsaan, hingga pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Untuk memperkaya materi, SMKN 10 Makassar menggandeng sejumlah instansi untuk menjadi narasumber, di antaranya Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

“Kami melibatkan TNI untuk memberikan pembinaan mental dan nasionalisme kepada peserta didik baru. Dari BNN akan memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, sedangkan Kemenkumham akan menyampaikan materi terkait hukum dan hak asasi manusia,” jelasnya.

Ia menegaskan, seluruh materi telah disusun sesuai petunjuk teknis pemerintah dan telah disosialisasikan kepada orangtua siswa sejak proses daftar ulang dan melalui group orangtua siswa.

Lanjut ia mengatakan, selain pengenalan lingkungan sekolah, siswa baru juga akan diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di SMKN 10 Makassar, seperti Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), robotik, marching band, Rohani Islam (Rohis), hingga pencak silat.

“Pengurus OSIS dan ekstrakurikuler akan menampilkan langsung aktivitas masing-masing agar siswa baru dapat memilih kegiatan sesuai bakat dan minatnya,” katanya.

Andi Umar memastikan tidak akan ada ruang bagi praktik perundungan maupun perpeloncoan selama MPLS berlangsung. Menurutnya, setiap kegiatan akan mendapat pengawasan ketat dari guru pendamping.

“Saya pastikan tidak akan ada perpeloncoan. Setiap kegiatan siswa baru didampingi minimal tiga guru. Jika ada siswa yang melakukan tindakan mengarah pada perundungan, akan diberikan sanksi tegas. Begitu juga jika dilakukan oleh guru, tentu akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia berharap MPLS selama lima hari ke depan dapat berjalan lancar dan melalui MPLS, peserta didik baru dapat mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, sarana dan prasarana, serta berbagai program pendidikan sejak hari pertama sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Modal Donasi

Apresiasi Spesial

Rp

Minimal donasi Rp 5.000

Metode Pembayaran

Pesan apresiasi

Gagal / Pembayaran Belum Selesai

Silakan selesaikan pembayaran atau coba lagi nanti.