Jakarta, Beritakota online -Dari seluruh perjalanan kariernya, Aceh merupakan salah satu daerah yang paling banyak mewarnai pengabdiannya. Ia pernah menjabat Kasubdit Regident Ditlantas Polda Aceh, Kapolres Aceh Tengah, Kapolres Aceh Tamiang, hingga Direktur Lalu Lintas Polda Aceh. Jejak karier tersebut membuat namanya cukup dikenal di lingkungan kepolisian maupun masyarakat Aceh.

Brigjen Pol Dicky Sondani merupakan salah satu perwira tinggi Polri yang memiliki rekam jejak panjang di bidang lalu lintas, pembinaan personel, humas, hingga kewilayahan. Putra kelahiran Bengkulu, 18 Agustus 1971 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 dan pernah bertugas di berbagai daerah, mulai dari Aceh, Banten, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan hingga Mabes Polri.
Namanya sempat menjadi perhatian publik nasional ketika menjabat Kapolsek Metro Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat Presiden RI ke-2, Soeharto wafat pada Januari 2008, Dicky Sondani menjadi salah satu pejabat kepolisian yang pertama kali menyampaikan informasi resmi kepada public tentang wafatnya mantan Presiden Soeharto. Kariernya kemudian berkembang pesat dengan berbagai penugasan strategis, terutama di Aceh yang menjadi salah satu wilayah pengabdiannya cukup lama.
Riwayat Jabatan :
Salah satu jabatan awal yang cukup dikenal adalah Kapolsek Metro Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dari posisi ini, Dicky mulai dikenal sebagai perwira lapangan yang memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik. Setelah itu ia bertugas di Polda Aceh sebagai Kasubdit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Ditlantas Polda Aceh.
Penugasan ini memperkuat reputasinya sebagai perwira berlatar belakang lalu lintas. Pada tahun 2012, Dicky dipercaya menjadi Kapolres Aceh Tengah.
Jabatan ini menjadi tonggak penting karena merupakan posisi pimpinan kewilayahan pertama yang diembannya di Aceh. Masih pada tahun yang sama, ia kemudian dipercaya memimpin Polres Aceh Tamiang. Penugasan di dua wilayah berbeda dalam waktu relatif berdekatan menunjukkan kepercayaan pimpinan terhadap kapasitas manajerialnya. Tahun 2015, Dicky mendapat amanah sebagai Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Banten.
Jabatan ini berkaitan langsung dengan pengawasan internal anggota Polri. Kariernya kemudian berlanjut sebagai Direktur Sabhara Polda Kepulauan Riau. Pada posisi ini ia bertanggung jawab atas fungsi pengamanan dan pemeliharaan ketertiban masyarakat.
Pada 2016, Dicky dipercaya menjadi Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan.
Jabatan ini menempatkannya sebagai wajah institusi kepolisian dalam komunikasi dengan masyarakat dan media.
Kariernya kembali bersinggungan dengan Aceh ketika ditunjuk sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Aceh pada 2019.
Saat menjabat Dirlantas, ia mendapat apresiasi dari Pemerintah Aceh atas inovasi dan peningkatan pelayanan Samsat di tengah pandemi Covid-19.
Setelah bertugas di Aceh, Dicky dipercaya menjabat Kepala Bagian Kajian Perpolisian Masyarakat (Kabagjianpolmas) pada STIK-Lemdiklat Polri.
Jabatan ini membawa dirinya ke lingkungan pendidikan dan pengembangan ilmu kepolisian.
Pada mutasi Polri Mei 2025, Dicky Sondani mendapat promosi menjadi Wakapolda Bengkulu.
Promosi tersebut sekaligus mengantarkannya menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol). Ia menggantikan Brigjen Pol Solihin yang dimutasi menjadi Wakapolda Sumatera Barat.
Ringkasan Jejak Karier :
Kapolsek Metro Kebayoran Baru. Kasubdit Regident Ditlantas Polda Aceh. Kapolres Aceh Tengah. Kapolres Aceh Tamiang. Kabid Propam Polda Banten. Dirsabhara Polda Kepulauan Riau. Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan. Dirlantas Polda Aceh. Kabagjianpolmas STIK-Lemdiklat Polri. Wakapolda Bengkulu.
Editor : Andi Eka/Andi A Effendy
Sumber : Modus Aceh



















