BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR –Program Studi D4 Bisnis Digital, Jurusan Administrasi Niaga (JAN), Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di era transformasi digital.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menggelar evaluasi kurikulum bersama para pakar nasional guna memastikan materi pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri menuju 2035.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Sabtu, 27 Juni 2026, menjadi ruang diskusi antara akademisi dan praktisi untuk merumuskan arah pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Khususnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), penguatan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), serta implementasi Project-Based Learning (PBL).
Ketua Jurusan Administrasi Niaga PNUP, Drs. Paramudia, M.Ed., Ph.D., mengatakan evaluasi kurikulum merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi agar tetap mampu menjawab tantangan zaman.
“Kita berharap evaluasi hari ini memberi dampak terhadap pengembangan kurikulum D4 Bisnis Digital di masa yang akan datang,” ujarnya.
Menurutnya, masukan dari para pakar menjadi bekal berharga bagi program studi dalam menyusun kurikulum yang tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Uswatun Hasnah, S.Ak., Managing Director SKENA, serta Dr. Fisla Wirda, S.E., M.Si., Ketua Program Studi D4 Bisnis Digital Politeknik Negeri Padang.
Keduanya memberikan perspektif dari dunia industri maupun akademik mengenai arah pengembangan pendidikan bisnis digital di Indonesia.
Dalam paparannya, Uswatun Hasnah menegaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah kebutuhan kompetensi tenaga kerja secara signifikan.
Dunia industri, kata dia, kini tidak hanya membutuhkan lulusan yang menguasai teknologi digital, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir strategis, analitis, dan mampu memanfaatkan AI dalam proses bisnis.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan industri pada periode 2030–2035 diperkirakan akan didominasi oleh profesi seperti Growth Marketing Specialist, CRM Specialist, Business Intelligence Analyst, AI-Enabled Business Professional, hingga Digital Specialist.
Karena itu, kurikulum perlu diperkuat dengan materi Growth Marketing, Business Intelligence Analytics, AI for Business, Digital Content, Customer Relationship Management (CRM), serta pembelajaran berbasis proyek agar mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam menyelesaikan persoalan bisnis.




Selain kemampuan teknis, ia juga menekankan pentingnya membangun data literacy, digital capability, business mindset, dan AI readiness sebagai kompetensi utama yang harus dimiliki lulusan bisnis digital.
Sementara itu, Dr. Fisla Wirda menyampaikan bahwa evaluasi kurikulum harus dilakukan secara berkelanjutan agar kompetensi lulusan selalu selaras dengan dinamika dunia kerja yang terus berkembang.
Ia memberikan sejumlah rekomendasi, mulai dari penyempurnaan Profil Profesional Mandiri (PPM), penguatan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), hingga penyesuaian struktur kurikulum agar lebih efektif dan seimbang.
Menurutnya, aspek kepemimpinan (leadership), pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran, pemerataan beban studi mahasiswa, serta keterlibatan praktisi dunia usaha dan dunia industri dalam penyusunan maupun pelaksanaan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) perlu terus diperkuat.
Melalui kolaborasi dengan pakar nasional, Program Studi D4 Bisnis Digital PNUP berharap mampu menghasilkan kurikulum yang semakin adaptif terhadap perubahan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan dunia kerja di masa depan.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum sehingga lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan praktis, kemampuan berinovasi, serta kesiapan menghadapi tantangan transformasi digital yang semakin dinamis.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen PNUP sebagai perguruan tinggi vokasi dalam menghadirkan pendidikan yang berbasis kebutuhan industri, sehingga lulusannya mampu menjadi talenta digital yang kompeten, inovatif, dan siap berkontribusi pada pembangunan ekonomi digital Indonesia. (Humas)































































































































































































































