P3M PNUP Resmi Luncurkan MCAS dan SNP2M 2026, Paper Terpilih Berpeluang Terbit di Publisher Scopus

P3M PNUP Resmi Luncurkan MCAS dan SNP2M 2026, Paper Terpilih Berpeluang Terbit di Publisher Scopus
Kepala P3M PNUP Prof. Abdul Kadir Muhammad bersama jajaran pimpinan saat mengikuti peluncuran Makassar Conference of Applied Science (MCAS) 2026 dan Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SNP2M) 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (17/6/2026) (Foto: Humas)

BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR – Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) resmi meluncurkan Makassar Conference of Applied Science (MCAS) 2026 dan Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SNP2M) 2026, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan peluncuran yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti puluhan peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, praktisi, peneliti, hingga pemerhati riset dari berbagai daerah.

Peluncuran dua agenda ilmiah tahunan tersebut menjadi penanda dimulainya kembali ruang kolaborasi akademik bagi sivitas akademika PNUP untuk mendiseminasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Tahun ini, MCAS memasuki penyelenggaraan ke-4, sementara SNP2M telah memasuki tahun ke-9.

Wakil Direktur I PNUP, Prof. Ahmad Rizal Sultan, ST., MT., PhD., dalam sambutannya menegaskan komitmen institusi untuk terus mendukung dosen memiliki wadah publikasi ilmiah yang berkualitas sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional.

“Kehadiran MCAS dan SNP2M terus berkontribusi terhadap diseminasi hasil penelitian dan pengabdian dosen,” ujarnya dilansir Humas PNUP.

Menurut Prof Ahmad Rizal, keberadaan forum ilmiah seperti MCAS dan SNP2M tidak hanya menjadi ajang presentasi hasil riset, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun budaya akademik yang produktif dan inovatif di lingkungan PNUP.

Ia berharap semakin banyak dosen yang memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan hasil karya ilmiah mereka kepada khalayak yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Kepala P3M PNUP, Prof. Abdul Kadir Muhammad, menjelaskan bahwa penyelenggaraan MCAS dan SNP2M tahun ini tetap mengusung semangat kolaborasi lintas sektor.

Pihaknya mengundang akademisi, peneliti, pelaku industri, mahasiswa, praktisi teknologi, pembuat kebijakan, serta berbagai pemangku kepentingan dari dalam maupun luar negeri untuk terlibat aktif dalam forum tersebut.

Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, bangsa, dan negara membutuhkan solusi berbasis riset yang dapat diimplementasikan secara nyata.

“Sama dengan tahun sebelumnya, MCAS dan SNP2M terus mengundang akademisi, peneliti, pelaku industri, mahasiswa, praktisi teknologi dalam dan luar negeri serta pembuat kebijakan untuk berkontribusi memberi solusi nyata untuk setiap permasalahan yang dialami masyarakat, bangsa dan negara,” kata Prof Abdul Kadir Muhammad.

Kabar menggembirakan juga datang bagi para peneliti yang ingin meningkatkan reputasi publikasi ilmiahnya. Prof Abdul Kadir mengungkapkan bahwa seluruh paper yang lolos dan diterima pada MCAS 2026 akan diterbitkan pada publisher bereputasi internasional.

“Semua paper yang diterima pada MCAS akan diterbitkan pada publisher bereputasi American Institute of Physics terindeks Scopus, sedangkan paper yang diterima di SNP2M 2026 akan dipublikasikan pada prosiding terindeks Google Scholar,” jelasnya.

Peluang tersebut dinilai menjadi motivasi tersendiri bagi dosen dan peneliti untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas serta memiliki dampak nyata bagi pembangunan.
Selain menjadi sarana publikasi, MCAS dan SNP2M juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset terapan di PNUP.

Melalui diseminasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, inovasi yang lahir dari kampus vokasi dapat menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat.

Dengan resmi diluncurkannya MCAS 2026 dan SNP2M 2026, PNUP kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang aktif mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan jejaring akademik, serta peningkatan kualitas publikasi ilmiah menuju level internasional. (Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Modal Donasi

Apresiasi Spesial

Rp

Minimal donasi Rp 5.000

Metode Pembayaran

Pesan apresiasi

Gagal / Pembayaran Belum Selesai

Silakan selesaikan pembayaran atau coba lagi nanti.