PNUP dan Polban Tercatat Jadi Dua Politeknik dengan Jumlah Guru Besar Terbanyak di Indonesia

PNUP dan Polban Tercatat Jadi Dua Politeknik dengan Jumlah Guru Besar Terbanyak di Indonesia
PNUP dan Polban tercatat sebagai dua politeknik dengan 21 guru besar terbanyak di Indonesia, memperkuat kualitas vokasi nasional, dalam.keterangan Humas PNUP, Makassar, Senin (29/06/2026) (Foto: Istimewa)

BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) resmi mencatat sejarah baru dalam pendidikan vokasi nasional.

Hal tersebut terwujud setelah PNUP mengukuhkan Prof. Dr. Eng. Abdul Kadir Muhammad, S.T., PG.Dipl., M.Eng. sebagai Guru Besar, melalui Sidang Rapat Senat Terbuka Luar Biasa.

Dengan demikian, PNUP kini memiliki 21 profesor dan tercatat bersama Politeknik Negeri Bandung (Polban) sebagai dua politeknik negeri dengan jumlah guru besar terbanyak di Indonesia, dilansir Humas PNUP, Makassar, Senin (29/06/2026).

Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi pendidikan tinggi vokasi. Kehadiran 21 guru besar tidak hanya mencerminkan kemajuan sumber daya akademik, tetapi juga memperkuat posisi kedua institusi sebagai pusat pengembangan ilmu terapan, riset, dan inovasi yang mendukung kebutuhan dunia industri.

Sebelumnya, Polban lebih dahulu mencapai angka tersebut setelah mengukuhkan tiga profesor dalam Sidang Terbuka Senat Dies Natalis ke-46 yang berlangsung di Gedung Pendopo Tonny Soewandito pada 29 April 2025.

Sementara itu, PNUP menyusul melalui Sidang Senat Terbuka Luar Biasa di Auditorium Kampus II PNUP, Moncongloe, Maros, pada 27 Juni 2026, dengan mengukuhkan Prof. Abdul Kadir Muhammad sebagai Guru Besar bidang Robotika, Mekatronika, Dinamika, dan Sistem Kontrol.

Sidang senat dipimpin Ketua Senat, Prof. Dr. Ir. Muhammad Arsyad, M.T., serta dihadiri jajaran pimpinan institusi, sivitas akademika, tamu kehormatan, pemerintah daerah, dan mitra industri, di antaranya PT Pelindo, PT PLN, PT Semen Tonasa, PT Freshindo Tirtajaya (Mayora Group), PT Makassar Tene, dan PT Eastern Pearl Flour Mills.

Pengukuhan Prof. Abdul Kadir bukan sekadar penambahan jumlah profesor, melainkan simbol penguatan kapasitas riset vokasi yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di sektor industri dan pertanian.

Dalam pidato ilmiahnya yang berjudul “Robotika dan Sistem Kontrol Cerdas untuk Industri dan Pertanian Berkelanjutan”, ia menegaskan bahwa masa depan industri bergantung pada pemanfaatan teknologi cerdas yang mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Ia memaparkan tiga fokus utama pengembangan riset, yakni pengembangan robot otonom yang adaptif, integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT) dalam pengambilan keputusan berbasis data, serta pengembangan teknologi ramah lingkungan yang mampu meningkatkan keselamatan kerja.

Berbagai inovasi yang dikembangkannya telah diterapkan pada beragam sektor, mulai dari sistem kendali anti-ayunan Rubber Tyred Gantry Crane di pelabuhan, teknologi deteksi kebocoran kontainer berbasis deep learning, robot pemanen menggunakan computer vision, hingga sistem monitoring budidaya ikan dan jamur tiram berbasis IoT.

Kolaborasi riset juga terus diperkuat melalui University-Industry Research Center for Smart-Green Port bersama PT Pelindo, serta kerja sama dengan PT PLN dan Yayasan Kalla dalam pengembangan teknologi terapan.

Jejak akademiknya menunjukkan produktivitas yang konsisten. Hingga kini, Prof. Abdul Kadir telah menghasilkan 94 publikasi ilmiah pada jurnal dan prosiding internasional bereputasi, menulis satu book chapter yang diterbitkan Springer Nature, serta mengantongi lima paten, terdiri atas tiga paten yang telah granted dan dua lainnya masih dalam proses.

Ia juga dipercaya sebagai Editor in Chief INTEK International Journal dan General Chair Makassar Conference of Applied Sciences (MCAS) sejak 2023, serta menjadi recognized reviewer bagi sejumlah jurnal internasional terbitan Elsevier dan Wiley.

Berbagai penghargaan internasional turut diraihnya, di antaranya The President Award dari Ehime University pada 2015 dan Best Paper Award di Ethiopia pada 2021.

Prosesi pengukuhan ditutup dengan penandatanganan Kode Etik Profesor dan pengalungan selempang Guru Besar oleh Ketua Senat. Sambutan institusi disampaikan Wakil Direktur Bidang Akademik, Prof. Ahmad Rizal Sultan, S.T., M.T., Ph.D., mewakili Direktur PNUP.

Ia menegaskan bahwa bertambahnya jumlah guru besar menjadi modal strategis bagi PNUP dalam memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri.

Dengan pencapaian 21 guru besar, PNUP kini berdiri sejajar dengan Polban sebagai dua politeknik negeri dengan jumlah profesor terbanyak di Indonesia.

Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi mampu menghasilkan akademisi kelas dunia yang tidak hanya unggul dalam publikasi ilmiah, tetapi juga menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional dan peningkatan daya saing industri Indonesia. (Humas)

Penulis: Arya R. SyahEditor: Andi Ahmad Effendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Modal Donasi

Apresiasi Spesial

Rp

Minimal donasi Rp 5.000

Metode Pembayaran

Pesan apresiasi

Gagal / Pembayaran Belum Selesai

Silakan selesaikan pembayaran atau coba lagi nanti.