BERITA KOTA ONLINE, PANGKEP –Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) bersama Singapore Polytechnic melaksanakan kegiatan Familiarization Trip atau recee trip di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada 23–25 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari survei lokasi Program Learning Express (LeX) September 2026 yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 8–10 Juni 2026.
Tujuannya adalah mengidentifikasi calon proyek yang berpotensi menjadi fokus kegiatan Learning Express tahun depan.
Learning Express merupakan program kolaborasi internasional antara PNUP dan Singapore Polytechnic yang mengintegrasikan pendekatan Design Thinking dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Program ini mempertemukan mahasiswa dan dosen dari kedua institusi untuk bersama-sama mengidentifikasi berbagai persoalan di masyarakat serta merancang solusi inovatif yang sesuai kebutuhan pengguna.
Melalui Familiarization Trip, para fasilitator memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kondisi sosial, ekonomi, budaya, serta berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha yang berpotensi menjadi mitra program.
Tim kegiatan terdiri atas panitia Learning Express September 2026 PNUP, fasilitator dari Singapore Polytechnic Mr. Fan Ay Deng, serta fasilitator PNUP Muhammad Dwiyanto Agung Prakasa, S.T., M.T. dan Nurul Hidjrah Hairuddin, S.S., M.Hum.
Kegiatan ini turut didampingi Muh. Syahreza Rifti, S.Sos., M.S.M., TJSL & Community Development Jr. Officer PT Semen Tonasa yang memfasilitasi koordinasi dengan kelompok masyarakat dan UMKM binaan perusahaan.
Sebelum keberangkatan ke Pangkep, Direktur PNUP Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D. berkesempatan bertemu langsung dengan fasilitator Singapore Polytechnic.
Pada kesempatan tersebut, Mr. Fan Ay Deng menyerahkan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama antara Singapore Polytechnic dan PNUP yang telah ditandatangani pihak Singapore Polytechnic.
Penyerahan dokumen tersebut menjadi simbol penguatan komitmen kedua institusi dalam mengembangkan berbagai program kolaborasi internasional, khususnya Learning Express yang telah menjadi salah satu program unggulan bersama.
Selama kegiatan berlangsung, tim melakukan kunjungan lapangan dan diskusi dengan sejumlah UMKM serta kelompok usaha masyarakat yang telah diidentifikasi pada tahap survei sebelumnya.



Beberapa lokasi yang menjadi fokus penjajakan antara lain UMKM Az Zahra yang memproduksi berbagai olahan ikan bandeng, UMKM milik Ibu Nini dengan produk olahan hasil perikanan seperti ikan kambu dan abon ikan, Herbamina yang memproduksi minuman rempah tradisional, serta Kelompok Usaha Pengaplikasian Semen “Parang-Parang”, salah satu kelompok binaan PT Semen Tonasa.
Dalam setiap kunjungan, para fasilitator melakukan observasi terhadap proses produksi, pengemasan, pemasaran, dan pengelolaan usaha. Mereka juga berdiskusi langsung dengan pelaku usaha untuk menggali berbagai tantangan yang dihadapi.
Hasil observasi menunjukkan sebagian besar UMKM masih menghadapi kendala pada aspek pemasaran dan promosi produk, penguatan identitas merek (branding), pengembangan kemasan, pemanfaatan teknologi produksi, hingga perluasan akses pasar.
Berbagai tantangan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dijadikan proyek dalam Program Learning Express.
Direktur PNUP Prof. Rusdi Nur menegaskan bahwa Familiarization Trip merupakan tahapan penting dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan Learning Express.
“Pemahaman yang mendalam terhadap kondisi masyarakat dan pelaku usaha akan membantu peserta menghasilkan solusi yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Learning Express September 2026 sekaligus Penanggung Jawab Kantor Urusan Internasional (KUI) PNUP, Sitti Sahriana, S.S., M.AppLing., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi tahapan strategis untuk menyamakan pemahaman seluruh pihak terhadap konteks lokal sebelum program dilaksanakan.
Menurutnya, kunjungan langsung ke lapangan memungkinkan fasilitator mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara lebih mendalam sehingga solusi yang dihasilkan nantinya tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dan berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan Singapore Polytechnic, PT Semen Tonasa, UMKM lokal, dan masyarakat menjadi bentuk kolaborasi multipihak yang diharapkan mampu menghadirkan dampak positif bagi pengembangan ekonomi masyarakat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Sebagai salah satu program internasional unggulan PNUP, Learning Express telah berjalan sejak 2016.
Setelah mengalami penyesuaian selama masa pandemi Covid-19 pada 2020–2022, program ini kembali dilaksanakan secara luring sejak 2023 dan terus berkembang sebagai wadah pembelajaran kolaboratif antara mahasiswa, dosen, industri, dan masyarakat.
Melalui kegiatan Familiarization Trip ini, PNUP dan Singapore Polytechnic berharap Learning Express September 2026 dapat menghasilkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan UMKM dan kelompok masyarakat di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. (Humas)































































































































































































































