BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR –Polemik pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri Tahun Ajaran 2026 di Sulawesi Selatan kembali menjadi perhatian publik.
Organisasi Masyarakat (Ormas) Elang Timur Indonesia menyatakan tengah menyiapkan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap dugaan pelanggaran yang mereka klaim temukan dalam proses seleksi di sejumlah sekolah.
Ketua Umum Ormas Elang Timur Indonesia, Imran, SE, mengatakan tim investigasi organisasinya telah melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan SPMB di beberapa SMA Negeri, dengan fokus pada dugaan ketidaksesuaian proses seleksi, khususnya di SMA Negeri 2 Makassar.
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, Elang Timur mengklaim menemukan indikasi dugaan manipulasi pada jalur domisili melalui penarikan titlik koordinat yang diduga memengaruhi jarak tempat tinggal calon peserta didik.
Selain itu, mereka juga mengaku menemukan dugaan penggunaan sertifikat yang diduga tidak sah pada jalur prestasi.
“Hasil investigasi kami mengindikasikan adanya dugaan manipulasi penarikan jarak pada jalur domisili serta dugaan penggunaan sertifikat yang tidak sah pada jalur prestasi. Apabila temuan ini terbukti, tentu akan mencederai asas keadilan, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan SPMB,” ujar Imran, Rabu (2/7/2026).
Selain dua dugaan tersebut, Elang Timur juga mengaku menerima informasi mengenai adanya dugaan pergeseran nama calon peserta didik dalam proses seleksi.
Menurut Imran, informasi itu masih akan didalami dengan mengumpulkan dokumen serta keterangan tambahan sebelum disampaikan kepada instansi terkait.
Sebagai tindak lanjut, Elang Timur berencana melayangkan surat resmi kepada sekolah yang menjadi objek temuan.
Surat tersebut bertujuan meminta penjelasan serta keterbukaan mengenai proses verifikasi berkas dan mekanisme penetapan hasil seleksi.
“Kami ingin semua proses berjalan secara terbuka. Karena itu kami akan meminta klarifikasi resmi kepada pihak sekolah agar masyarakat mendapatkan kepastian mengenai proses seleksi yang telah dilakukan,” katanya.
Di sisi lain, organisasi tersebut juga menyatakan tengah mempersiapkan aksi unjuk rasa dalam waktu dekat.
Aksi itu direncanakan berlangsung di sejumlah titik, termasuk di SMA Negeri 1 Makassar dan SMA Negeri 16 Makassar, sebagai bentuk desakan agar dugaan pelanggaran ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Menurut Imran, pelaksanaan SPMB harus benar-benar menjamin kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik.
Karena itu, setiap dugaan penyimpangan perlu ditelusuri secara objektif agar tidak merugikan masyarakat yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan.
Elang Timur juga menyoroti besarnya anggaran yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk pelaksanaan SPMB.
Berdasarkan informasi yang mereka sampaikan, pengadaan aplikasi SPMB diduga mencapai sekitar Rp800 juta, sementara anggaran panitia sekitar Rp100 juta.
Imran menilai besarnya anggaran tersebut seharusnya diikuti dengan sistem seleksi yang semakin transparan, akurat, dan bebas dari potensi penyimpangan.
“Kami berharap penggunaan anggaran yang cukup besar mampu menghasilkan sistem yang profesional. Jika masih muncul dugaan pelanggaran, tentu harus menjadi bahan evaluasi bersama,” ujarnya.
Atas dasar itu, Elang Timur mendesak Gubernur Sulawesi Selatan dan Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB 2026.
Mereka juga meminta audit terhadap proses verifikasi berkas di sekolah-sekolah yang menjadi perhatian publik.
“Kami mendesak agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh dan audit terhadap proses verifikasi berkas sehingga masyarakat memperoleh kepastian bahwa seleksi berlangsung secara adil dan transparan,” tegas Imran.
Hingga berita ini ditulis, pihak SMA Negeri yang disebut dalam pernyataan Ormas Elang Timur Indonesia maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut. Redaksi akan memperbarui pemberitaan setelah memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait sebagai bagian dari prinsip keberimbangan informasi. (Tim)































































































































































































































