Pemkab Kutim Akan Telusuri Sumber Hoaks Penjualan APBD Bernilai Ratusan Miliar

Pemkab Kutim Akan Telusuri Sumber Hoaks Penjualan APBD Bernilai Ratusan Miliar
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman memberikan keterangan kepada awak media terkait isu hoaks penjualan proyek APBD. Kutai Timur, Minggu (16/11/2025) (Foto: Istimewa)

KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur menegaskan akan menelusuri asal mula beredarnya isu hoaks terkait dugaan penjualan proyek APBD senilai Rp600 miliar yang viral di media sosial.

Informasi tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan publik setelah sebuah media daring nasional memuat laporan yang menuding adanya kesepakatan politik bernilai ratusan miliar rupiah yang dikaitkan dengan lingkaran tim pasangan Ardiansyah–Mahyunadi (ARMY).

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam terhadap penyebaran informasi sesat tersebut.

Ia menyebut, isu yang beredar bukan hanya keliru, tetapi dapat merusak stabilitas kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Menurutnya, Pemkab memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa publik mendapatkan informasi yang benar dan terverifikasi.

“Kami akan menelusuri asal kabar bohong ini. Tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap kinerja pemerintah,” tegas Ardiansyah saat dimintai keterangan, Minggu (16/11/2025).

BACA JUGA:

Polsek Bengalon Ungkap Enam Kasus Pencurian Berantai, Kerugian Capai Rp291 Juta

Presiden Prabowo Berhalangan Hadiri KTT G20, Gibran Ditugaskan Wakili Indonesia

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan APBD Kutai Timur selama ini berjalan melalui mekanisme resmi dengan prosedur yang ketat, mulai dari pembahasan di tingkat legislatif hingga pengawasan oleh berbagai instrumen pemerintah.

Karena itu, tudingan adanya transaksi politik bernilai besar dianggap sebagai fitnah yang tidak memiliki dasar data maupun dokumen valid.

Bupati dua periode tersebut menilai pemberitaan yang beredar sangat menyesatkan, terlebih ketika masyarakat langsung menerima informasi mentah tanpa melakukan verifikasi.

Ia mengingatkan bahwa pihak yang menyebarkan hoaks dapat terjerat konsekuensi hukum apabila terbukti dengan sengaja menyebarkan kabar palsu yang merugikan pemerintah maupun pribadi.

“Saya harap masyarakat Kutai Timur lebih bijak. Pastikan informasi berasal dari kanal resmi pemerintah atau sumber terpercaya. Jangan mudah terpancing isu yang dapat memecah kepercayaan publik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ardiansyah menegaskan bahwa isu negatif ini tidak akan mengganggu fokus Pemkab Kutim dalam menjalankan berbagai program pembangunan.

Ia memastikan seluruh jajaran pemerintahan tetap bekerja sesuai target yang telah direncanakan demi kepentingan masyarakat.

“Hoaks seperti ini tidak akan mengurangi komitmen kami membangun Kutai Timur. Kami tetap bekerja untuk kepentingan rakyat,” tutupnya. (*Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Modal Donasi

Apresiasi Spesial

Rp

Minimal donasi Rp 5.000

Metode Pembayaran

Pesan apresiasi

Gagal / Pembayaran Belum Selesai

Silakan selesaikan pembayaran atau coba lagi nanti.