LUWU UTARA, BERITAKOTAONLINE.ID – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Luwu Utara, H. Muh Kasrum Patawari, memberikan apresiasi tinggi kepada Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Luwu Utara.
Apresiasi ini disampaikan dalam rangka pelaksanaan Pelatihan Manajemen Dakwah yang digelar oleh BKPRMI dan diikuti oleh pemuda dari lima kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung pada 10–12 Mei 2025 di Luwu Utara ini diikuti oleh 50 peserta dari Kabupaten Luwu Utara (sebagai tuan rumah), Kota Palopo, Luwu, Luwu Timur, dan Kabupaten Soppeng.
Kasrum menilai bahwa pelatihan ini mencerminkan keseriusan BKPRMI dalam membentuk karakter generasi muda melalui dakwah yang terstruktur dan terorganisir.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa BKPRMI adalah mitra pemerintah yang strategis, bukan hanya dalam bidang keagamaan, tapi juga dalam mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter,” ujar Kasrum kepada media ini, Selasa 13 Mei 2025.
BACA JUGA:
Warga Serbu Disdukcapil Luwu Utara, Ini Penjelasan Kepala Dinas
DPRD Makassar Heran PDAM Putus Kontrak 400 Pegawai Padahal Masih Untung
Lebih jauh, Kasrum juga menekankan bahwa dakwah tidak dapat berdiri sendiri tanpa didukung oleh sistem administrasi kependudukan yang tertib.
Ia mendorong agar para kader BKPRMI ikut serta menyukseskan program pemerintah seperti aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), pembaruan elemen data, serta pemenuhan dokumen kependudukan lainnya.
“Kemajuan suatu daerah tidak akan sempurna tanpa dukungan administrasi kependudukan yang tertib. Data kependudukan adalah dasar pelayanan publik di semua sektor,” tambahnya.
Menurutnya, peran pemuda sangat penting dalam menyebarkan kesadaran akan pentingnya administrasi yang rapi, khususnya di kalangan generasi muda yang aktif di kegiatan sosial dan keagamaan.
BKPRMI, sebagai organisasi kepemudaan berbasis masjid, dianggap memiliki posisi strategis dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah sekaligus edukasi kependudukan di tengah masyarakat.
Kasrum juga berharap BKPRMI terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan, khususnya dalam hal pembentukan karakter masyarakat yang religius dan sadar administrasi.
“Kita harap BKPRMI bisa membangun komunikasi terbuka, berpikir luas, dan terus aktif menjadi mitra pemerintah dalam program-program strategis, terutama di Kabupaten Luwu Utara yang dikenal sebagai Bumi Lamaranginang,” pungkasnya.
Pelatihan manajemen dakwah ini tidak hanya menjadi ajang penguatan ilmu keagamaan, tetapi juga menjadi wadah sinergi lintas sektor demi mendukung pembangunan daerah yang lebih inklusif dan berkarakter (*).
Yustus| Editor: Arya R. Syah
=======================
































































































































































































































