Ketua RT 02 RW 03 Kalukuang Gandeng PKK Kenalkan Eco-Brick ke Warga

Ketua RT 02 RW 03 Kalukuang Gandeng PKK Kenalkan Eco-Brick ke Warga
Ketua RT 02 RW 03 Kalukuang bersama Ketua POKJA 3 PKK dan warga saat kegiatan pengenalan eco-brick di lingkungan RW 03 Kelurahan Kalukuang, Makassar, Rabu (15/4/2026) (Foto: Istimewa)

BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR –
Ketua RT 02 RW 03 Kelurahan Kalukuang, Kecamatan Tallo, menggandeng POKJA 3 PKK setempat untuk mengenalkan pembuatan eco-brick kepada warga sebagai solusi sederhana pengelolaan sampah rumah tangga.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pengurangan sampah plastik terus digalakkan dari tingkat lingkungan terkecil.

Kegiatan yang digelar di wilayah RW 03, Rabu (15/4/2026), diikuti oleh warga dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak.

Selain mendapatkan materi edukasi, peserta juga langsung mempraktikkan cara membuat eco-brick dengan memanfaatkan limbah plastik yang selama ini sulit terurai.

Ketua RT 02 RW 03 Kalukuang, Risma Asriani A. Genisa, mengatakan bahwa kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya volume sampah plastik di lingkungan masyarakat yang sebagian besar berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong warga untuk mulai mengelola sampah dari rumah. Eco-brick ini sederhana, tapi kalau dilakukan bersama-sama bisa berdampak besar,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci utama dalam pengelolaan sampah. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga melalui praktik langsung agar lebih mudah dipahami.

Sementara itu, POKJA 3 PKK Kelurahan Kalukuang berperan aktif sebagai pendamping dengan memberikan edukasi teknis terkait proses pembuatan eco-brick yang benar, mulai dari pemilahan sampah hingga teknik pemadatan plastik ke dalam botol.

Ketua POKJA 3 PKK Kelurahan Kalukuang, Pascawati Hasan, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini masih tahap awal dan diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama di masyarakat.

“Ini baru pengenalan. Ke depan, kami berharap semakin banyak warga yang terlibat sehingga bisa menjadi kebiasaan baru dalam mengelola sampah plastik,” ungkapnya.

Eco-brick sendiri merupakan metode pengolahan sampah plastik dengan cara memasukkan limbah plastik ke dalam botol hingga padat, sehingga dapat dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk seperti kursi, meja, pot tanaman, hingga bahan konstruksi sederhana.

Selain membantu mengurangi volume sampah, kegiatan ini juga berpotensi memberikan nilai ekonomi jika dikelola secara berkelanjutan.

Dikatakan, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini.

Melalui kolaborasi antara Ketua RT, PKK, dan warga, program eco-brick di RW 03 Kelurahan Kalukuang diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Makassar. (*)

Pewarta: Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *