BERITA KOTA ONLINE, KALTIM –Ketua PW Ikatan Wartawan Online (IWO) Kalimantan Timur, Arya Rusdi, angkat suara terkait polemik internal organisasi. Ia menilai Pengurus Pusat IWO (PP IWO) telah mengabaikan peran dan kontribusi pengurus daerah dalam proses pembentukan kepengurusan di wilayah Kaltim.
Kritik tersebut disampaikan Arya Rusdi menyusul kebijakan PP IWO yang dinilai tidak transparan dan minim koordinasi dengan pengurus aktif di daerah.
Ia menegaskan bahwa keputusan strategis yang diambil tanpa melibatkan struktur di bawahnya berpotensi menimbulkan konflik internal dan melemahkan soliditas organisasi.
“Seharusnya ada komunikasi dan koordinasi yang jelas dengan pengurus daerah yang masih aktif. Jangan sampai terkesan perjuangan kami selama ini dianggap tidak ada,” tegas Arya dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, langkah sepihak dalam pembentukan maupun perubahan struktur kepengurusan menunjukkan lemahnya tata kelola organisasi. Padahal, kata dia, kekuatan organisasi profesi seperti IWO justru terletak pada sinergi antara pusat dan daerah.
Perjuangan pengurus daerah, lanjut Arya, selama ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menyebut bahwa pengurus daerah, termasuk PD IWO Kutai Timur, telah aktif menjalankan berbagai program organisasi, mulai dari kegiatan jurnalistik hingga penguatan kelembagaan di tingkat lokal.
“Bertahun-tahun kami membesarkan organisasi di daerah, menjalankan program, bahkan membantu kegiatan pusat. Namun yang kami rasakan sekarang justru kekecewaan,” ujarnya.
BACA JUGA:
Reuni Alumni MTsN Pelaihari, Arya Rusdi Serukan Guru Adalah Orang Tua Seumur Hidup
Arya juga menyoroti bahwa minimnya transparansi dalam proses pengambilan keputusan dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan anggota terhadap organisasi.
Ia mengingatkan bahwa keterbukaan dan akuntabilitas merupakan prinsip dasar yang harus dijaga oleh organisasi profesi wartawan.
Lebih jauh, ia mendesak PP IWO untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola komunikasi dan tata kelola organisasi. Menurutnya, pembenahan internal sangat penting agar polemik serupa tidak terus berulang.
“Kami berharap ada perbaikan ke depan. Libatkan pengurus daerah dalam setiap keputusan strategis. Jika ingin dihargai, maka hargailah juga mereka yang selama ini berjuang di daerah,” tegasnya.
Arya menambahkan, hubungan harmonis antara pengurus pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam menjaga eksistensi organisasi. Tanpa komunikasi yang baik, ia khawatir konflik internal justru akan semakin meluas dan berdampak pada kredibilitas IWO di mata publik.
Kritik yang disampaikan Ketua PW IWO Kaltim ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi PP IWO untuk membangun tata kelola organisasi yang lebih transparan, inklusif, dan profesional.
Dengan demikian, seluruh elemen dalam organisasi dapat bergerak bersama dalam memperkuat peran IWO sebagai wadah profesi wartawan yang kredibel dan berintegritas. (Rls)
Pewarta: Rahman
































































































































































































































