BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR –Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Selatan mengapresiasi langkah cepat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar yang menyampaikan permohonan maaf atas insiden penggembokan mobil yang sempat viral di media sosial.
Peristiwa yang melibatkan Bendahara PW IWO Sulsel tersebut kini telah berakhir damai melalui proses mediasi yang berlangsung kondusif.
Kesepakatan damai dicapai dalam pertemuan yang digelar di Kantor Perumda Parkir Makassar Raya, Jalan Hati Mulia, Kecamatan Mariso, Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.
Mediasi berlangsung secara kekeluargaan dan dihadiri sejumlah pihak terkait, termasuk jajaran manajemen Perumda Parkir Makassar Raya.
Dalam proses tersebut, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tanpa memperpanjang konflik. Mereka juga berkomitmen menjaga hubungan baik serta mengedepankan komunikasi yang lebih konstruktif di masa mendatang.
Kepala Bidang Terminal, Perparkiran, Audit, dan Inspeksi (TPAI) Dishub Makassar, Irwan Sampeang, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas tindakan anggotanya di lapangan.
Ia mengakui adanya kekeliruan dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP).
“Saya mewakili anggota di lapangan memohon maaf atas kesalahan SOP yang dilakukan. Seharusnya tidak boleh dilakukan penggembokan jika ada orang di dalam mobil,” ujarnya dalam forum mediasi.
Irwan juga menjelaskan bahwa saat insiden terjadi, pihaknya langsung menginstruksikan agar gembok dibuka dan petugas meninggalkan lokasi.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk respons cepat atas situasi yang dinilai tidak sesuai prosedur.
Sementara itu, Bendahara PW IWO Sulsel, Herianto, turut menyampaikan permohonan maaf atas ketegangan yang sempat terjadi di lapangan.
Ia berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bersama agar ke depan semua pihak dapat bersikap lebih bijak.
BACA JUGA:
MAKI Sulsel Gelar Senam Sehat Bebas Narkoba Dihari Buruh, Ajak Buruh Hidup Sehat
Terpisah, Ketua PW IWO Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir, memberikan tanggapan tegas namun konstruktif terkait insiden tersebut.
Ia mengapresiasi sikap terbuka Dishub Makassar yang tidak ragu mengakui kesalahan dan meminta maaf secara langsung.
Menurut Zulkifli, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab institusi yang patut diapresiasi, sekaligus menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola penindakan di lapangan.
“Penindakan tetap penting, tetapi harus diimbangi dengan pendekatan yang lebih humanis dan edukatif kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penegakan aturan, khususnya di sektor perparkiran, tidak boleh hanya berorientasi pada tindakan represif. Edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan ketertiban yang berkelanjutan.
“Jika masyarakat terus diberikan pemahaman yang baik, maka potensi konflik di lapangan bisa diminimalisir. Ini bukan hanya soal penindakan, tetapi juga soal membangun kesadaran bersama,” lanjutnya.
Zulkifli juga mengingatkan agar penegakan aturan dilakukan secara adil tanpa tebang pilih. Ia menilai konsistensi dalam penerapan aturan akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah, khususnya Dishub Makassar.
Selain itu, ia berharap insiden viral ini tidak hanya berhenti pada perdamaian semata, tetapi benar-benar menjadi bahan evaluasi dalam memperbaiki sistem dan pendekatan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan berakhirnya konflik ini, situasi yang sebelumnya sempat memanas kini kembali kondusif. Kedua pihak sepakat untuk tidak memperpanjang persoalan dan fokus pada perbaikan ke depan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa komunikasi yang baik dan penyelesaian secara dialogis tetap menjadi jalan terbaik dalam meredam konflik di ruang publik.
Ke depan, semua pihak diharapkan dapat lebih mengedepankan sikap saling menghargai demi terciptanya ketertiban dan kenyamanan bersama di Kota Makassar. (Rls/Restu)
































































































































































































































