BULUKUMBA – Sebanyak tujuh item pembangunan gedung Ruang Praktek Siswa (RPS) TKRO, pembangunan ruang perpustakaan, pembangunan ruang Laboratorium IPA, pembangunan ruang BK, pembangunan ruang UKS dan pembangunan toilet di Sekolah menengah kejuruan ( SMK ) Negeri 11 Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba, yang bersumber dari dana (APBN) anggaran tahun 2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp.3.245.991.000, dikerjakan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Berdasarkan hasil investigasi dan pantauan dari lembaga Elang Hitam Nusantara Republik Indonesia (ELHAN RI) bersama dengan beberapa rekan awak media baru-baru ini, menemukan banyak kejanggalan. dan ketujuh item bangunan ruang gedung tersebut diduga di kerjakan asal jadi serta dinilai tidak sesuai kontrak kerja. Hal ini menimbulkan polemik pertanyaan publik.
Pasalnya, Ketujuh item pembangunan Gedung tersebut untuk pemasangan dinding dikerjakan menggunakan bahan material bukan bata merah melainkan bata ringan (Hebel) yang dinilai tidak masuk di standar Nasional (SNI) karena gedung aset Negara harus menggunakan bata merah yang kuat dan kokoh.
Diduga Kepala Sekolah dan Bendahara serta Panitia Pelaksana Pembangunan Satuan Pendidikan SMKN 11 Bulukumpa mencari keuntungan dari selisih pembelian material.
Selain pemakaian bahan material bata ringan (Hebel) yang diduga tidak spesifikasi teknis.
Begitupun pekerjaan sloef beton digambar perencanaan memiliki ukuran 25/30 cm, namun fakta yang ditemukan dilapangan hanya 20/20 cm. Sehingga dinilai tidak sesuai gambar bestek dan berimbas kepada mutu kualitas serta kuantitas bangunan.
Hal ini menjadi sorotan dipemberitaan sebelumnya dan Kepala UPT SMKN 11 Bulukumba, Sayed Khaidir, S.Pd, M.M, Gr, yang dikonfirmasi, mengatakan “Sudah kami tambahkan pondasi pak, terima kasih perhatian, semoga lancar dan menjadi primadona aset dikampung keluarga dan siswa punya skill kebekerjaan”. ujarnya
Dilokasi proyek para pekerja yang dimintai keterangan mengatakan bahwa “kami hanyalah sebatas bekerja saja jadi terkait masalah pemakaian bahan material bata ringan tentunya apa yang disediakan oleh pihak Sekolah maka itulah yang kami kerjakan,” ungkap para pekerja.
BACA JUGA:
Hasil Lelang Jabatan Pemkot Makassar Segera Rilis
Sidang Gugatan Rp 125 Triliun Gibran Dimulai, Riwayat SMA di Singapura Dinilai Tak Sesuai Aturan RI


Hal senada disampaikan oleh kedua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), yang dimintai keterangan menjelaskan bahwa kami selaku tim panitia pembangunan tidak bisa memberikan komentar, karena kami sama sekali tidak memahami tentang teknis pekerjaan dilapangan.” ujarnya
“Ditempat yang sama Ketua tim Panitia pelaksana pembangunan revitalisasi SMKN 11 Bulukumba, Suardi menjelaskan secara keseluruhan jika ada yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan dilapangan, sementara saya sendiri yang mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) saat itu, namun pada saat proses pekerjaan awal saya dalam keadaan Sakit. sehingga untuk saat ini saya tidak bisa memberikan banyak komentar.
Namun kami akan koordinasikan kembali kepada pihak konsultan dan pengawas di Disdik Provinsi.”jelas suardi
Terpisah team ELHAN RI, kepada media, Senin (8/9/2025), terkait dengan dugaan penyimpangan dalam proyek yang menunjukkan adanya kemungkinan masalah kualitas dan pengawasan dalam konstruksi pada bangunan ruang praktik siswa (RPS) yang merugikan keuangan Negara.
Karena kualitas konstruksi yang rendah bisa menjadi indikasi lemahnya pengawasan di lokasi proyek.
Dan kami menilai proyek yang menelan anggaran miliaran tersebut kuat dugaan adanya oknum yang bermain untuk mencari keuntungan.
Sehingga dapat mengurangi mutu kualitas dan kuantitas bangunan yang semestinya pelaksanaan berjalan sesuai dengan aturan.”tegas team
Sementara Kepala UPT SMKN 11 Bulukumpa, Sayed Khaidir, S.Pd, MM, Gr, yang dimintai konfirmasi lebih lanjut, terkait pemakaian bahan material bata ringan (Hebel). Namun hingga berita ini diterbitkan pihaknya belum merespon sama sekali.
Bersambung…..
(Team_Redaksi)































































































































































































































