BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR –Komunitas Kampus yang digagas oleh Drs. H. Rajadeng kembali menunjukkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Kali ini, komunitas tersebut mendorong pengembangan kuliner khas “Juku Tunu” atau ikan bakar di kawasan Jalan Poros Malino sebagai upaya memperkuat sektor UMKM yang semakin berkembang di Makassar dan sekitarnya.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan arisan komunitas itu digelar di Kafe Enjoy Malino pada Minggu (4/5/2026).
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, mempertemukan berbagai elemen pelaku usaha mulai dari sektor kuliner, perdagangan, hingga unsur birokrasi.
Sejumlah pelaku UMKM binaan Komunitas Kampus turut hadir dengan latar belakang usaha yang beragam.
Di antaranya Ibu Susy selaku owner Rumah Makan Mamsky, Jonni pemilik usaha Kembang Jawa, Jariah yang juga Ketua Komunitas Ria Dance Club Makassar, Ny. Andi Suri sebagai pengusaha Pasar Butung, hingga Suryani dan Maryati yang mengembangkan usaha mandiri.
Selain itu, hadir pula Dg Liwang dari sektor usaha bangunan, Dian Indah Asri di bidang kue dan makanan, serta Sumarni yang berprofesi sebagai ASN.
Kehadiran mereka mempertegas bahwa Komunitas Kampus tidak sekadar menjadi ruang berkumpul, tetapi telah berkembang menjadi wadah nyata dalam membina, menghubungkan, dan memperluas jaringan usaha bagi pelaku UMKM lintas sektor.
Pengembangan kuliner Juku Tunu di Poros Malino menjadi salah satu program strategis yang kini mulai digarap serius. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi kuliner berbasis masyarakat, mengingat tingginya mobilitas warga dan wisatawan yang melintas di jalur tersebut.
Rajadeng menilai, penguatan sektor kuliner lokal seperti Juku Tunu bukan hanya soal bisnis semata, tetapi juga bagian dari upaya mengangkat identitas budaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
“Yang kita bangun di sini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi jaringan ekonomi yang saling menguatkan. Juku Tunu ini punya potensi besar jika dikelola bersama,” ucapnya dalam keterangan tertulisnya diterima awak media, Selasa (05/5/2026).
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Tanpa sinergi antara pelaku UMKM, komunitas, dan pemerintah, pertumbuhan ekonomi lokal akan sulit berkembang secara maksimal.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem usaha yang inklusif, di mana pelaku usaha kecil mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Komunitas Kampus, kata dia, berupaya menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai potensi tersebut.
Langkah pengembangan Juku Tunu ini juga dinilai sebagai strategi konkret dalam memperluas lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan konsep kolaboratif, para pelaku UMKM diharapkan dapat saling mendukung, baik dari sisi produksi, pemasaran, hingga distribusi.
Di sisi lain, kegiatan arisan yang dirangkaikan dalam pertemuan tersebut bukan sekadar tradisi sosial, tetapi juga menjadi medium untuk memperkuat kepercayaan dan solidaritas antar anggota komunitas. Dari sinilah lahir berbagai ide dan peluang usaha baru yang dapat dikembangkan bersama.
Seiring dengan semakin luasnya jaringan UMKM yang tergabung, Komunitas Kampus optimistis dapat menjadi kekuatan baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Tidak hanya di Makassar, tetapi juga di wilayah penyangga seperti Malino yang memiliki potensi besar di sektor wisata dan kuliner.
Ke depan, Rajadeng berharap pemerintah dapat hadir sebagai mitra dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis komunitas. Dukungan tersebut dinilai penting, baik dalam bentuk kebijakan, pendampingan, maupun akses permodalan.
Dengan langkah yang terus konsisten dan kolaboratif, Komunitas Kampus kini mulai menunjukkan perannya sebagai penggerak ekonomi rakyat yang inklusif.
Pengembangan Juku Tunu di Poros Malino menjadi bukti bahwa kekuatan ekonomi lokal dapat tumbuh dari inisiatif komunitas yang solid dan berkelanjutan.
































































































































































































































