KONAWE, Beritakota Online – Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA)konawe melalui Kabid inovasi dan teknologi, Awaludin sos.kembali menunjukkan komitmennya dalam menguatkan kemandirian dan produktivitas masyarakat desa melalui inovasi. Dengan mengusung tema _“Penerapan Teknologi dan Invensi Daerah sebagai Upaya Mendukung Kemandirian dan Produktivitas Masyarakat”_, BRIDA Konawe menggelar sosialisasi kegiatan _uji coba dan penerapan rancang bangun/model replikasi dan invensi_ di bidang difusi inovasi dan penerapan teknologi di Desa Andaroa, Kecamatan Sampara, Senin (25/5/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut konkret dari pameran inovasi yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh pemerintah kab Konawe. Jika pameran menjadi ruang memperkenalkan hasil riset dan karya invensi kepada publik, maka tahap sosialisasi dan uji coba ini menjadi jembatan agar teknologi tersebut tidak berhenti di atas meja pameran. BRIDA memastikan setiap inovasi yang dilahirkan benar-benar bisa diuji, direplikasi, dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sesuai dengan karakteristik wilayahnya.
Kepala BRIDA Konawe melalui Kabid inovasi dan teknologi Awaludin sos, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa fokus utama kegiatan adalah memperkenalkan rancang bangun teknologi tepat guna yang selaras dengan potensi lokal. Pendekatan ini dipilih agar masyarakat tidak hanya menerima teknologi dari luar, tetapi juga mampu mengelola sumber daya yang ada di sekitar mereka menjadi sesuatu yang bernilai tambah.
“Ada tiga tujuan utama dalam kegiatan ini. Pertama, memperkenalkan hasil rancang bangun dan invensi teknologi kepada masyarakat. Kedua, menguji coba penerapan model inovasi agar bisa direplikasi di tingkat desa. Ketiga, mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Konawe,” tegasnya.
Salah satu inovasi unggulan yang menjadi sorotan dalam sosialisasi ini adalah teknologi pembuatan pakan ternak berbasis ampas sagu. Inovasi tersebut dianggap sangat relevan bagi Konawe yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sagu di Sulawesi Tenggara. Selama ini, ampas sagu kerap dianggap limbah dan dibuang begitu saja. Melalui teknologi yang diperkenalkan BRIDA, ampas sagu dapat diolah menjadi pakan ternak yang bergizi dan bernilai ekonomis.
Pemanfaatan ampas sagu menjadi pakan ternak diyakini mampu menekan biaya produksi peternak yang selama ini terbebani harga pakan konvensional yang terus meningkat. Di sisi lain, inovasi ini juga menjawab persoalan lingkungan dengan mengurangi limbah organik yang mencemari lingkungan sekitar pabrik sagu. Dengan demikian, teknologi ini membawa dampak ganda: meningkatkan produktivitas peternak dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Kegiatan sosialisasi di Desa Andaroa disambut antusias oleh masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sampara Mukhsin, S.E., para kepala desa se-Kecamatan Sampara, serta kelompok tani ikan setempat dan Nara sumber bapak Asrudin.SE, Diskusi interaktif terjadi antara tim BRIDA dan peserta, mulai dari proses pengolahan ampas sagu, standar kualitas pakan, hingga peluang usaha yang bisa dikembangkan dari inovasi tersebut.
Camat Sampara dalam sambutannya mengapresiasi langkah BRIDA Konawe yang konsisten membawa inovasi langsung ke desa. “Kami melihat ini sebagai solusi nyata bagi peternak di Sampara. Biaya pakan selama ini menjadi beban utama. Jika ampas sagu bisa diolah menjadi pakan yang layak, maka pendapatan peternak akan meningkat dan ketergantungan pada pakan luar bisa dikurangi,” ujarnya.
BRIDA Konawe berharap kegiatan ini menjadi pemicu lahirnya kemandirian ekonomi berbasis potensi desa. Dengan memahami, mengadopsi, dan mengembangkan teknologi yang sesuai kebutuhan lokal, masyarakat diharapkan tidak lagi menjadi konsumen pasif, melainkan pelaku aktif dalam rantai produksi dan inovasi daerah.
Ke depan, BRIDA Konawe akan melakukan pendampingan teknis dan monitoring evaluasi untuk memastikan proses replikasi berjalan optimal. Pendampingan ini mencakup pelatihan praktis, pendampingan usaha, hingga fasilitasi kerja sama dengan pihak terkait agar inovasi dapat berkembang secara berkelanjutan.
Langkah ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Konawe dalam membangun daerah berbasis riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat desa. Melalui penerapan teknologi dan invensi daerah, Konawe berupaya menciptakan desa-desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara nyata dan berkelanjutan.
Editor : Jumalin /Moch Amir D
































































































































































































































