Mediator Pembentukan Kelas Kerjasama Politeknik Sulawesi Barat Temui Pimpinan PNUP : Awal Juli MoU di Makassar

Mediator Pembentukan Kelas Kerjasama Politeknik Sulawesi Barat Temui Pimpinan PNUP : Awal Juli MoU di Makassar
Dr Hasmar Halim, S.T., M.T., dan Dr. Mardiana Amir S.T., M.T., temui pimpinan PNUP di Kampus 1 PNUP Tamalanrea, Makassar, Kamis (25/06/2026) (Foto: Humas)

BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR – Ide untuk kembali menghadirkan Politeknik Sulbar di Majene diawali kunjungan forum komunikasi Ikatan Profesor se-Sulawesi Barat bersama Bupati Majene dan rombongan berkunjung ke kemendiktisaintek di Jakarta dan mendapat arahan untuk membuka terlebih dahulu kelas Kerjasama dengan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP).

Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D memberikan perhatian serius terhadap berbagai aspirasi dan kebutuhan pengembangan pendidikan tinggi di daerah.

Kehadiran para pejabat kementerian tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kalangan akademisi Sulawesi Barat.

“Kami mendukung penuh kehadiran Politeknik Negeri di Sulbar,” ucapnya.

Sebelumnya tahun 2022, Ketua Tim Penggagas Politeknik Negeri Majene, Dr. Ir. Basyar Bustan, M.T. menceritakan bagaimana rancangan pembentukan politeknik sudah di mulai sejak 2022 dan proposalnya sudah diusulkan sejak tahun 2022.

Namun, adanya pemberlakuan moratorium dari kementerian akhirnya tertunda hingga saat ini.

“Rancangan pengusulan politeknik di Majene Sulbar sudah ada sejak 2022 namun karena moratorium sehingga tertunda,” ucap dosen Teknik sipil PNUP ini, Selasa, 30 Juni 2026.

Ia pun mengapresiasi bila usulan itu dilanjutkan kembali oleh Pemprop dan Pemkab dan forum rektor se-Sulbar dengan model kelas kerjasama agar dapat mempercepat operasionalnya.

Keberadaan Politeknik nantinya akan melengkapi berbagai institusi yang telah lebih dahulu beroperasi di Majene, di antaranya Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Universitas Terbuka (UT), serta Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda Sulawesi Barat.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mewujudkan rencana tersebut, Bupati Majene Dr. H. Andi Achmad Syukri, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Dr. Hj. A. Rita Mariani, M.Si., bersama Forum Profesor Sulawesi Barat melakukan audiensi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Menurut Bupati Majene, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan kampus. Pada tahap awal, penyelenggaraan pendidikan direncanakan dilakukan melalui skema pembinaan atau kerja sama dengan perguruan tinggi negeri yang telah memiliki pengalaman dan kapasitas akademik.

“Lahan telah kami siapkan. Untuk tahap awal, penyelenggaraan program studi dapat dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi negeri pembina. Seiring terpenuhinya seluruh persyaratan akademik, kelembagaan, dan sarana-prasarana, Politeknik Negeri Majene diharapkan dapat berdiri secara mandiri sebagai perguruan tinggi negeri,” jelasnya.

Rombongan Forum Profesor Sulbar terdiri atas sejumlah akademisi dari berbagai disiplin ilmu dan perguruan tinggi terkemuka, antara lain Prof. Muhammad Amri, Ph.D.(Guru besar FEB Unhas) Prof. Dr. Masjaya, M.Si. (mantan Rektor Universitas Mulawarman), Prof. Dr. Muhammad Natsir, S.E., M.Si., Prof. Dr. Madris, DPS., M.Si., Prof. Dr. Mursyid, M.Ag., Prof. Dr. Aco Wahyu, S.K.M., M.Kes., serta Prof. Dr. Ummi Salma, S.K.M., M.K.M.

Sementara, Ketua Forum Komunikasi Profesor Sulawesi Barat, Prof. Muhammad Amri, Ph.D membenarkan adanya rancangan sebelumnya dari tim yang saat itu tahun 2022 diketuai oleh Dr Ir Basyar Bustan dan saat ini kembali diusulkan untuk segera menghadirkan pendidikan vokasi di kabupaten Majene.

Akademisi dan tokoh penting pembentukan Provinsi Sulawesi Barat inipun berharap kehadiran politeknik akan menjadi solusi konkret dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri, sektor maritim, pertanian, perikanan, dan potensi unggulan lainnya yang dimiliki Sulawesi Barat.

“Termasuk menghadirkan pendidikan vokasi sebagai kebutuhan mendasar di Sulbar,” ucapnya.

Untuk mempercepat realisasi ide tersebut, Prof Amri mengajak akademisi Unhas, UNM, dan PNUP seperti Prof. Dr. Madris, S.E., D.P.S., M.Si. adalah Guru Besar di bidang Ilmu Ekonomi Kependudukan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Atjo Wahyu, SKM., M.Kes.

Beliau menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Sumber Daya, dan Alumni di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Dr. Hasmar Halim, S.T., M.T dosen Magister Rekayasa Perawatan dan Restorasi Jembatan (PPRJ) Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) untuk menindaklanjuti arahan Kemendiktisaintek dengan membangun kelas Kerjasama terlebih dahulu dengan PNUP sebagai pembina.

Salah satu mediator Politeknik Sulbar, Dr Hasmar Halim ST MT ditunjuk melakukan pertemuan dengan pimpinan PNUP yakni Wadir 1 bidang Akademik Prof Ahmad Rizal Sultan ST MT PhD dan Wadir 4 bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi Dr Nurhayati SSi MT di ruang kerja Wadir 4, Kampus I PNUP, Tamalanrea Makassar, Kamis, 25 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, pihak PNUP menyambut baik niat dan keinginan forum rektor, pemerintah propinsi Sulawesi Barat serta 6 pemerintah kabupaten yakni Kabupaten Polewali Mandar, Mamasa, Majene, Mamuju, Mamuju tengah, dan Mamuju Utara untuk menghadirkan kelas kerjasama dengan PNUP sebagai cikal bakal PSDKU dan Politeknik Negeri Sulbar di Majene ke depan.

“Pada prinsipnya pimpinan menyetujui keinginan pemerintah, inisiator forum rektor se-Sulbar menghadirkan Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) di Majene dan bekerja sama dengan PNUP”. Ungkap Dr Nurhayati

Sebelumnya, Dr Hasmar Halim melakukan pertemuan dengan Direktur PNUP Prof Rusdi Nur SST MT PhD di ruang kerja Direktur dan menyampaikan keinginan yang sama tentang ide kelas kerjasama hadir di kabupaten Majene sebagai kota Pendidikan.

“Pak Direktur menyambut baik hal ini (kelas kerjasama),” ucap Dr Hasmar Halim yang juga dosen teknik sipil PNUP ini.

Keseriusan kedua belah pihak PNUP dan Pemprop Sulbar serta 6 Kabupaten akan diwujudkan dalam waktu dekat dengan penandatangan Momerandum of Understanding (MoU) di Makassar pada awal Juli 2026 mendatang. (Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Modal Donasi

Apresiasi Spesial

Rp

Minimal donasi Rp 5.000

Metode Pembayaran

Pesan apresiasi

Gagal / Pembayaran Belum Selesai

Silakan selesaikan pembayaran atau coba lagi nanti.