Prodi Sarjana Terapan Teknologi Kimia Industri PNUP Gelar Evaluasi Kurikulum OBE, Hadirkan Pakar Akademisi dan Industri

Prodi Sarjana Terapan Teknologi Kimia Industri PNUP Gelar Evaluasi Kurikulum OBE, Hadirkan Pakar Akademisi dan Industri
Evaluasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Kimia Industri PNUP yang menghadirkan pakar akademisi dan praktisi industri sebagai upaya memperkuat kualitas lulusan yang siap menghadapi dunia kerja melalui zoom meeting, Makassar, Jumat (19/6/2026) dalam keterangan pers Humas PNUP, Makassar, Selasa (30/06/2026) (Foto: Humas)

BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR –Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Kimia Industri (TKI) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Evaluasi Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang digelar pada Jumat, 19 Juni 2026, dengan melibatkan pakar dari kalangan akademisi dan industri.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penyempurnaan kurikulum agar lulusan Sarjana Terapan Teknologi Kimia Industri memiliki kompetensi yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Evaluasi kurikulum menghadirkan tiga narasumber yang memiliki pengalaman di bidangnya, yakni Haspiady, S.T. dari PT Semen Bosowa, Baso Alim Bahri, S.Psi., M.Ad., SDA dari PT Charoen Pokphand Indonesia, serta Prof. Ir. Herawati Budiastuti, M.Eng.Sc., Ph.D. dari kalangan akademisi.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta melakukan telaah menyeluruh terhadap capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur kurikulum, bahan kajian, hingga kesesuaian mata kuliah dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Berbagai rekomendasi yang disampaikan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan kurikulum berbasis OBE yang diterapkan di Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Kimia Industri PNUP.

Perwakilan industri, Haspiady, S.T., menegaskan bahwa dunia industri membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga dibekali karakter profesional.

“Lulusan Sarjana Terapan Teknologi Kimia Industri harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,”

“Selain penguasaan keterampilan teknis, etika kerja, kemampuan komunikasi, dan sertifikasi kompetensi menjadi nilai tambah yang akan meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja,” ujarnya dilansir Humas PNUP, Makassar, Selasa (30/06/2026).

Sementara itu, Prof. Ir. Herawati Budiastuti, M.Eng.Sc., Ph.D. menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum tidak hanya mengikuti regulasi nasional, tetapi juga harus mengacu pada standar internasional agar kualitas lulusan semakin kompetitif.

“Pengembangan kurikulum harus mengacu pada Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 dan diselaraskan dengan Sydney Accord. Keterkaitan antara capaian pembelajaran, kurikulum, proses pembelajaran, dan asesmen menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan pemangku kepentingan,” jelasnya.

Selain penguatan kompetensi teknis, forum evaluasi juga membahas pentingnya pengembangan soft skills, budaya kerja, etika profesi, kemampuan komunikasi melalui presentasi, pembelajaran berbasis praktik industri, penerapan sertifikasi kompetensi, hingga penguatan mata kuliah yang mendukung implementasi Capstone Project.

Masukan dari unsur industri dan akademisi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang lebih responsif terhadap perkembangan teknologi serta dinamika kebutuhan tenaga kerja di sektor industri kimia.

Melalui evaluasi kurikulum ini, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Kimia Industri PNUP menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi melalui kolaborasi berkelanjutan dengan dunia industri dan akademisi.

Sinergi tersebut menjadi langkah strategis dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi di dunia profesional dengan kompetensi yang relevan dan berdaya saing tinggi. (Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Modal Donasi

Apresiasi Spesial

Rp

Minimal donasi Rp 5.000

Metode Pembayaran

Pesan apresiasi

Gagal / Pembayaran Belum Selesai

Silakan selesaikan pembayaran atau coba lagi nanti.