BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi dengan memastikan kurikulum yang diterapkan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Review Kurikulum Pendidikan Vokasi berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang digelar Program Studi Rumpun Energi Jurusan Teknik Mesin pada, Kamis (25/06/2026).
Berbeda dari sekadar evaluasi akademik, proses penyusunan kurikulum kali ini melibatkan langsung praktisi industri dari PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (PUSHARLIS).
Kehadiran mitra industri menjadi bagian penting untuk memastikan kompetensi lulusan benar-benar sesuai dengan kebutuhan sektor energi dan ketenagalistrikan yang terus berkembang.
Review kurikulum tersebut melibatkan tiga program studi, yakni D3 Teknik Konversi Energi, D4 Teknik Pembangkit Energi, dan D4 Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan.
Kegiatan dikoordinasikan oleh Sri Suwasti, SST., M.T., Dr. Muhammad Ruswandi Djalal, SST., M.T., serta Prof. Ir. Nur Hamzah, M.T., Ph.D.
Masukan dari dunia industri disampaikan oleh Ananto Dwi Setiawan selaku Tim Leader Produksi Elektrikal PT PLN PUSHARLIS dan Indro Pramono sebagai Tim Leader Produksi Mechanical PT PLN PUSHARLIS.
Keduanya memberikan berbagai rekomendasi mengenai kompetensi teknis, keterampilan profesional, hingga kebutuhan sumber daya manusia pada sektor pembangkitan dan energi.
Berbagai masukan tersebut menjadi dasar penyempurnaan capaian pembelajaran lulusan (CPL), materi perkuliahan, hingga penguatan praktik yang menjadi ciri utama pendidikan vokasi berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Dengan pendekatan ini, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang terukur dan siap diterapkan di dunia kerja.


Ketua Jurusan Teknik Mesin PNUP, Prof. Dr. Ir. Syaharuddin Rasyid, M.T., menegaskan bahwa kolaborasi dengan industri merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.
“Kurikulum Rumpun Energi PNUP semakin adaptif, relevan, dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional,” ujarnya dalam siaran pers Humas PNUP, Makassar, Senin (29/06/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi energi berlangsung sangat cepat sehingga kurikulum harus terus diperbarui agar mampu mengikuti dinamika industri.
Dengan demikian, lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan perusahaan sejak hari pertama bekerja.
Melalui keterlibatan langsung PT PLN PUSHARLIS, PNUP berharap terjadi sinkronisasi antara proses pendidikan di kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Sinergi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung transformasi sektor energi nasional yang membutuhkan tenaga kerja profesional dengan kemampuan teknis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Implementasi kurikulum berbasis OBE di Rumpun Energi PNUP diharapkan mampu memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.
Selain memiliki kompetensi akademik, lulusan juga dipersiapkan memiliki kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan persoalan teknis, bekerja dalam tim, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan industri energi yang semakin dinamis.
Melalui kegiatan review kurikulum ini, PNUP kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan vokasi yang menjadikan kemitraan dengan industri sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Dengan kurikulum yang terus disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, lulusan Rumpun Energi PNUP diharapkan semakin siap berkontribusi dalam pembangunan sektor energi dan ketenagalistrikan Indonesia. (Humas)































































































































































































































