Diskusi Satnarkoba Polres Gowa: Jaringan Narkoba Semakin Sulit Dideteksi, Remaja Jadi Sasaran

Diskusi Satnarkoba Polres Gowa: Jaringan Narkoba Semakin Sulit Dideteksi, Remaja Jadi Sasaran
IPDA Hamsir, A. Md., S.H., KBO Satnarkoba Polres Gowa, saat berdiskusi bersama awak media terkait perkembangan jaringan peredaran narkoba yang semakin sulit dideteksi dan upaya penguatan edukasi publik dalam pencegahan narkotika di Kabupaten Gowa. Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (29/4/2026) (Foto: Istimewa)

BERITA KOTA ONLINE, GOWA –Peredaran narkoba di Kabupaten Gowa kembali menjadi sorotan serius setelah Satuan Reserse Narkoba mengungkap bahwa jaringan peredaran kini semakin kompleks, rapi, dan sulit dideteksi.

Lebih mengkhawatirkan lagi, kelompok remaja disebut menjadi salah satu target utama peredaran narkotika yang terus berkembang di wilayah tersebut.

Hal ini terungkap dalam kegiatan diskusi santai yang digelar oleh Satnarkoba Polres Gowa bersama awak media sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba. Diskusi tersebut dipimpin oleh KBO Satnarkoba IPDA Hamsir, A. Md., S.H.

Dalam pemaparannya, IPDA Hamsir menjelaskan bahwa pola peredaran narkoba saat ini tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional.

Jaringan pelaku telah beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan sosial masyarakat, sehingga semakin sulit terdeteksi oleh aparat penegak hukum.

“Peredaran narkoba saat ini sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Mereka bekerja lebih rapi, terorganisir, dan menyasar berbagai lapisan masyarakat, terutama generasi muda,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini menjadi ancaman serius bagi masa depan daerah, karena sasaran peredaran narkoba kini mulai mengarah ke kalangan remaja, bahkan pelajar.

Hal tersebut dinilai sebagai bentuk pergeseran yang sangat mengkhawatirkan dalam pola kejahatan narkotika.

Selain itu, IPDA Hamsir juga menyoroti adanya fenomena baru yang berpotensi menjadi celah penyalahgunaan narkotika, yakni meningkatnya penggunaan rokok elektrik atau vape di kalangan anak muda.

Menurutnya, tanpa pengawasan yang ketat, liquid vape dapat dimanfaatkan sebagai media penyalahgunaan zat berbahaya.

“Ini yang harus kita waspadai bersama. Ketika vape dianggap hal biasa, ada potensi disalahgunakan untuk zat lain yang lebih berbahaya,” tegasnya.

BACA JUGA:

Kasus Penganiayaan di Barombong Gowa Diselesaikan Lewat Restorative Justice, Kedua Pihak Berdamai

Perkuat Sinergi, Lapas Perempuan Sungguminasa dan Polres Gowa Teken MoU Keamanan dan Pemberantasan Narkoba

Dalam forum tersebut, awak media juga menyampaikan sejumlah pandangan kritis, termasuk pentingnya peningkatan transparansi penanganan kasus narkoba serta penguatan edukasi publik yang lebih masif, khususnya di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Media dinilai memiliki peran strategis sebagai mitra dalam menyebarkan informasi yang edukatif sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.

IPDA Hamsir menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama yang kuat antara aparat penegak hukum, media, pemerintah, dan masyarakat untuk memutus rantai peredaran narkotika yang semakin kompleks.

“Media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga bagian dari upaya edukasi publik. Sinergi ini sangat penting untuk melindungi generasi kita,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa jika tidak ada langkah pencegahan yang serius, maka dampak narkoba akan semakin meluas dan merusak struktur sosial masyarakat secara sistematis.

“Kalau kita lengah, narkoba akan merusak masa depan generasi kita. Ini sudah menjadi ancaman sosial yang nyata,” tutupnya.

Melalui diskusi ini, Satnarkoba Polres Gowa menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat upaya penindakan sekaligus pencegahan.

Edukasi publik, pengawasan lingkungan, dan keterlibatan media menjadi kunci utama dalam menghadapi jaringan narkoba yang semakin sulit dideteksi dan menyasar generasi muda di Kabupaten Gowa. (Tim Sorot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Modal Donasi

Apresiasi Spesial

Rp

Minimal donasi Rp 5.000

Metode Pembayaran

Pesan apresiasi