BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR –Dosen Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, Yandi Wahyudi, S.H., M.H., kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah dinyatakan lolos dalam Program Pendanaan Penelitian Tahun Anggaran 2026 yang diumumkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas konsistensi Yandi Wahyudi dalam dunia akademik dan penelitian. Ini menjadi kali kedua dirinya memperoleh pendanaan riset dari pemerintah pusat, sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan secara personal, tetapi juga mengangkat nama baik institusi Universitas Indonesia Timur di kancah nasional.
Program pendanaan yang diperoleh tersebut merupakan bagian dari skema strategis pemerintah dalam mendorong penguatan ekosistem riset nasional.
Selain berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, program ini juga diarahkan untuk menjembatani hasil penelitian perguruan tinggi agar dapat dikomersialkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta dunia industri.
Salah satu alumni Universitas Indonesia Timur, Andrian Maulana, S.H., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Yandi Wahyudi merupakan bukti nyata dedikasi dan komitmen dalam mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Ini bukan hanya kebanggaan pribadi bagi beliau, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas akademika UIT. Prestasi ini menunjukkan bahwa dosen-dosen di UIT mampu bersaing di tingkat nasional dengan kualitas riset yang mumpuni,” ujar Andrian saat ditemui di Warkop Malomo, Jalan Rappocini, Makassar, Jumat (17/04/2026).
Menurutnya, capaian tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi para akademisi lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi, khususnya dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya berhenti pada tataran teoritis, tetapi juga memiliki nilai aplikatif.
Ia menambahkan, keberhasilan ini menjadi indikator bahwa lingkungan akademik di UIT terus berkembang, terutama dalam mendorong budaya riset yang produktif dan berkelanjutan.
“Keberhasilan ini adalah bukti konsistensi dan dedikasi Yandi Wahyudi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di lingkungan Universitas Indonesia Timur. Ini juga menjadi energi positif bagi dosen lain agar terus meningkatkan kualitas penelitian,” jelasnya.
Lebih jauh, Andrian menekankan pentingnya hilirisasi hasil riset. Menurutnya, melalui program pendanaan ini, pemerintah mendorong agar penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang siap dimanfaatkan oleh masyarakat, industri, maupun pemerintah.
Hal ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan riset dan inovasi sebagai pilar utama pembangunan. Perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menghasilkan solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, hingga teknologi.
“Ke depan, kita berharap semakin banyak karya ilmiah yang mampu memberikan kontribusi nyata. Riset harus menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat daya saing bangsa,” tambahnya.
Ia juga menilai bahwa Program Pendanaan Penelitian seperti ini memiliki peran strategis dalam membangun sinergi antara akademisi dan sektor industri. Dengan dukungan pembiayaan yang memadai, hasil riset dapat lebih cepat diimplementasikan dan memberikan manfaat luas.
“Keberhasilan ini tidak hanya membanggakan bagi UIT, tetapi juga menjadi harapan besar bagi para inventor, universitas, dan pemerintah untuk terus mendorong inovasi produk dalam negeri. Program ini diharapkan menjadi pilar utama dalam menciptakan kolaborasi yang kuat antara akademisi dan industri,” tutup Andrian.
Dengan capaian tersebut, Universitas Indonesia Timur semakin menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan riset nasional, sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan. (Rls/Adr)
































































































































































































































