GOWA, SULSEL – Unit Reskrim Polsek Bontonompo Polres Gowa berhasil mengamankan seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian kotak amal di sebuah masjid.
Penangkapan ini terjadi di Dusun Pa’lala, Desa Tantara, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa pada Kamis, 3 April 2025, sekitar pukul 16.00 WITA.
Aksi pencurian tersebut sempat membuat geger warga karena terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri, saat masjid sedang ramai disiapkan untuk sholat Ied.
Peristiwa pencurian itu sendiri terjadi di Masjid Al Iman, Dusun Borong Kanang, Desa Bontolangkasa Selatan, pada Senin, 31 Maret 2025, sekitar pukul 03.00 WITA.
Menurut keterangan Polisi, Pelaku diduga masuk ke dalam masjid saat suasana masih sepi, lalu mengambil sebuah kotak amal yang berisi uang infak dari jamaah.
Namun nahas, aksi pelaku dipergoki oleh seorang saksi mata yang datang lebih awal untuk memasang karpet sebagai bagian dari persiapan Idulfitri.
Kapolsek Bontonompo, AKP Zulkarnaim, S.H., menjelaskan bahwa pelaku sempat melarikan diri ketika menyadari dirinya telah diketahui.
“Saksi melihat pelaku saat masih berada di dalam masjid. Begitu dipergoki, pelaku langsung kabur. Tapi berkat laporan cepat dari warga dan penyelidikan intensif, kami berhasil mengidentifikasinya dan menangkapnya dalam waktu singkat,” ujarnya.
BACA JUGA:
Tahanan Narkoba Polres Parepare Meninggal, Keluarga Duga Penganiayaan
Gelombang Penolakan Revisi UU TNI Berlanjut di Gelanggang MK
Dalam proses penangkapan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu buah celengan kotak amal, satu buah linggis, satu buah palu, dan satu unit sepeda motor Honda Beat yang digunakan pelaku.
Barang-barang tersebut kini diamankan di Polsek Bontonompo sebagai bagian dari proses hukum lebih lanjut.
Kapolsek menambahkan bahwa penyidik saat ini masih mendalami apakah pelaku terlibat dalam kasus pencurian serupa di wilayah sekitar.
“Kami masih melakukan pengembangan. Tidak menutup kemungkinan pelaku sudah beberapa kali melakukan aksi seperti ini, apalagi modusnya cukup terorganisir,” tambahnya.
Warga sekitar berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, terutama di bulan suci Ramadan yang seharusnya menjadi momen memperkuat keimanan.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya meningkatkan keamanan tempat ibadah, khususnya di waktu-waktu rawan seperti dini hari (*).
Samson Paroki| Editor: Arya R. Syah
=======================
































































































































































































































