MAMAJU, SULBAR – Kasus pengeroyokan yang melibatkan oknum polisi di Mamuju, Sulawesi Barat, kembali mencoreng citra institusi kepolisian.
Insiden ini terjadi di Asrama Putri Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju Tengah (IPM Mateng) pada Rabu, 1 Januari 2025.
Seorang mahasiswa mengalami luka serius akibat pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sejumlah polisi.
Kejadian bermula ketika pengurus IPM Mateng dan pemilik kontrakan menegur seorang anggota polisi yang sering mengunjungi salah satu penghuni asrama putri di luar jam bertamu.
Teguran ini memicu adu mulut antara mahasiswa dan polisi. Tidak lama setelah itu, oknum polisi tersebut kembali bersama rekan-rekannya dan melakukan pengeroyokan terhadap mahasiswa yang terlibat dalam cekcok.
Akibat pengeroyokan ini, korban mahasiswa, pemilik asrama, dan anaknya mengalami luka-luka.
BACA JUGA:
Akademisi Nilai Keputusan PTDH 3 Anggota Polri oleh Kapolrestabes Makassar Sebagai Tamparan Bagi Institusi
2 Oknum Polisi Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Kader HMI di Mamuju
Peristiwa ini memancing reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang menggelar aksi demonstrasi di depan Polresta Mamuju.
Para mahasiswa menuntut agar pihak kepolisian menindak tegas para pelaku dan memastikan kasus ini ditangani secara transparan.
Ketua HMI Mamuju menegaskan bahwa tindakan oknum polisi tersebut tidak hanya melukai mahasiswa secara fisik, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Mahasiswa dan masyarakat berharap kasus ini menjadi momentum untuk memperbaiki moral dan integritas kepolisian di masa depan.
Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Adang Ginanjar, langsung merespons aksi protes tersebut.
Ia menemui para mahasiswa yang berdemo dan berjanji akan mengusut tuntas kasus ini.
Irjen Adang memastikan bahwa tindakan tegas akan diberikan kepada oknum polisi yang terbukti bersalah.
Sementara itu, Kepala Bidang Propam Polda Sulawesi Barat, Kombes Budi Yudantara, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan interogasi terhadap para anggota polisi yang terlibat.
Saat ini, pelaku utama yang memicu terjadinya pengeroyokan sudah ditangkap, dan proses hukum sedang berlangsung.
BACA JUGA:
Farid Mamma Tantang Polda Sulsel: Tangkap Pelaku Penembakan Advokat dalam Dua Minggu
Polda Metro Jaya Siap Jemput Paksa Eks Ketua KPK Firli Bahuri
Polda Sulawesi Barat menetapkan dua anggota polisi, Bripda AE dan Bripda AM, sebagai tersangka kasus pengeroyokan terhadap Ramli, seorang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pihak kepolisian memastikan kedua oknum tersebut menjadi dalang utama dalam aksi kekerasan yang terjadi di Kabupaten Mamuju.
“Sudah ada dua orang yang resmi kami tetapkan sebagai tersangka,” tegas Kombes Agus Nugraha, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulbar, saat memberikan keterangan pada Senin (6/1/2024).
Kombes Agus menjelaskan bahwa insiden pengeroyokan ini tidak hanya melibatkan kedua tersangka, tetapi juga sejumlah personel lainnya. Ia menegaskan bahwa motif pengeroyokan muncul dari jiwa korsa atau solidaritas rekan seangkatan yang keliru.
“Motif utama berasal dari solidaritas antarangkatan yang salah kaprah, sehingga jiwa korsa ini justru memicu tindakan pengeroyokan,” tegasnya lagi.
Kombes Agus juga menekankan bahwa pihak kepolisian akan memastikan proses hukum berjalan secara transparan. Polda Sulbar berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini dan memberikan sanksi tegas kepada semua pihak yang terbukti terlibat.
Kasus pengeroyokan ini langsung menyedot perhatian masyarakat karena melibatkan aparat yang seharusnya menjadi pengayom dan pelindung. Publik mendesak agar penegakan hukum berjalan tegas dan cepat, demi memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Dengan penetapan tersangka ini, masyarakat berharap Polri mampu menunjukkan komitmen dalam memperbaiki integritas dan profesionalisme anggotanya.
Penanganan kasus ini akan menjadi ujian penting bagi institusi kepolisian dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
M. Jufri | Editor: Arya R. Syah
Baca Opini:

Moralitas dan Integritas Polisi: Kasus Mamuju dalam Kajian Filsafat

Citra Tanpa Makna: Ketika Kampus Gagal Melindungi Mahasiswinya
===================
































































































































































































































