Reuni Alumni MTsN Pelaihari, Arya Rusdi Serukan Guru Adalah Orang Tua Seumur Hidup

Silaturahmi Alumni MTsN 1992, Arya Rusdi Serukan Guru Adalah Orang Tua Seumur Hidup
Ketua PW IWO Kalimantan Timur, Arya Rusdi, berfoto bersama para guru pada acara silaturahmi Reuni Alumni MTsN Angkatan 1992, Bon Sawit, Pelaihari, Tanah Laut, Minggu (18/01/2026) (Foto: Redaksi)

BERITA KOTA ONLINE, BON SAWIT, PELAIHARI, TANAH LAUT — Reuni alumni MTsN Pelaihari di Bon Sawit, Pelaihari, Tanah Laut Kalimantan Timur, Minggu (18/01/2026), bukan sekadar ajang temu kangen.

Lebih dari itu, pertemuan lintas waktu ini menjadi ruang refleksi tentang makna pendidikan, keteladanan, dan hubungan abadi antara murid dan guru.

Ketua PW Ikatan Wartawan Online (IWO) Kalimantan Timur, Arya Rusdi, yang juga merupakan alumni MTsN Angkatan 1992, menyampaikan pesan mendalam yang menggugah kesadaran para alumni.

Di hadapan rekan seangkatan dan para guru yang pernah mendidik mereka, Arya menegaskan bahwa peran guru tidak pernah selesai, bahkan setelah murid meninggalkan bangku sekolah.

“Guru adalah orang tua kedua bagi kita, bahkan orang tua seumur hidup. Mereka tidak melahirkan kita, tetapi merekalah yang membentuk cara berpikir, menanamkan nilai, dan menunjukkan arah hidup,” ujar Arya Rusdi dengan suara bergetar.

Menurut Arya, keberhasilan yang diraih para alumni hari ini tidak bisa dilepaskan dari jasa para guru.

BACA JUGA: 

PW IWO Kaltim Apresiasi Kehadiran Wamenkumham di Rakernas, Sebut Bukti Nyata Dukungan pada Pers Online

Polsek Bengalon Besuk Korban Serangan Buaya, Wujudkan Polisi yang Humanis

Ia mengingatkan bahwa ilmu, disiplin, dan karakter yang ditanamkan sejak di madrasah menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidup masing-masing.

“Kita boleh menjadi apa saja hari ini, tetapi jangan pernah lupa bahwa di belakang itu semua ada guru yang dengan sabar mendidik kita, sering kali tanpa pamrih dan tanpa kita sadari,” katanya.

Arya juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi, bukan hanya antaralumni, tetapi juga dengan para guru.

Ia menyebut hubungan murid dan guru sebagai ikatan moral dan spiritual yang tidak lekang oleh waktu.

“Silaturahmi ini bukan sekadar formalitas reuni. Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada guru. Menjaga hubungan baik dengan guru berarti menjaga masa depan dan keberkahan hidup kita,” ucapnya.

Acara reuni berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan haru. Para alumni mengenang masa-masa sekolah, cerita kenakalan remaja, hingga keteladanan guru yang masih membekas hingga kini.

Beberapa guru tampak terharu melihat murid-muridnya telah tumbuh menjadi pribadi yang matang dan berkiprah di berbagai bidang.

Reuni MTsN Angkatan 1992 ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi tentang hubungan kemanusiaan yang dibangun dengan ketulusan.

Di tengah arus modernisasi dan perubahan zaman, pesan Arya Rusdi menjadi refleksi penting: guru bukan hanya bagian dari masa lalu, melainkan fondasi hidup yang harus terus dihormati sepanjang hayat. (*)

Pewarta: Redaksi Biro Kaltim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *