Baznas Bantaeng Genjot Program Infaq Rumah Tangga Muslim Tahun 1447 H

Baznas Bantaeng Genjot Program Infaq Rumah Tangga Muslim Tahun 1447 H
Ketua Baznas Bantaeng Andi Rakhmad AB Karaeng Dode bersama jajaran pengurus saat konsolidasi Program Infaq Rumah Tangga Muslim (IRTM) di Bantaeng, Sulawesi Selatan, Selasa (03/03/2026) (Foto: Istimewa)

BERITA KOTA ONLINE, BANTAENG –Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bantaeng terus memperkuat gerakan penghimpunan dana umat melalui Program Infaq Rumah Tangga Muslim (IRTM) pada tahun 1447 Hijriah.

Program ini menjadi langkah strategis untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam mendukung kegiatan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) di daerah tersebut.

Ketua Baznas Bantaeng, Andi Rakhmad AB Karaeng Dode, menegaskan bahwa sejak dirinya dilantik pada November 2025, pihaknya langsung melakukan evaluasi lapangan.

Ia mengaku menemukan masih ada warga di sekitar kantor Baznas yang belum tersentuh bantuan.

“Saya turun langsung mendengar keluh kesah masyarakat. Pekerjaan rumah pertama kami adalah memastikan warga sekitar kantor Baznas tidak lagi luput dari perhatian,” ujar Karaeng Dode kepada jurnalis Berita Kota Online.

Ia menjelaskan, Program IRTM dirancang sederhana namun berdampak luas. Setiap rumah tangga Muslim diajak berpartisipasi melalui kupon infaq senilai Rp25.000 per orang.

Skema ini diharapkan mampu membangun budaya berbagi yang berkelanjutan dari level keluarga.

Menurutnya, seluruh jajaran Baznas Bantaeng kini bergerak aktif di lapangan dengan pola jemput bola. Tidak ada lagi pola kerja yang hanya menunggu di kantor.

“Semua pengurus turun ke masyarakat mengedarkan sekaligus menjemput kupon. Kami tidak mau hanya duduk santai. Semangat kami adalah hadir langsung di tengah umat,” tegasnya.

BACA JUGA:

Dirintis Sejak 1988, Kampung Nastar Kini Jadi Sentra Kue Favorit Lebaran

Dua Bintang Asia Tenggara Bersinar, Tjen dan Eala Panaskan Peta Tenis Dunia

Baznas Bantaeng Genjot Program Infaq Rumah Tangga Muslim Tahun 1447 H

Karaeng Dode menambahkan, pengelolaan zakat di Baznas tetap berpegang pada prinsip 3A, yakni Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

Prinsip tersebut menjadi fondasi agar pengelolaan dana umat berjalan sesuai koridor syariat Islam, ketentuan hukum, dan kepentingan kebangsaan.

Ia optimistis, dengan penguatan program berbasis rumah tangga, Baznas Bantaeng dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperluas manfaat bagi mustahik.

Apalagi, pengalaman dirinya sebagai kepala lingkungan dan ketua LPM dinilai menjadi modal sosial dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Kami bekerja semata-mata untuk kemaslahatan umat. Insyaallah dengan kerja lapangan yang masif, Baznas Bantaeng akan semakin terpercaya dan terdepan,” ujarnya.

Baznas Bantaeng juga menargetkan peningkatan capaian penghimpunan ZIS sepanjang 2026. Dukungan para wakil ketua dan seluruh jajaran disebut menjadi energi tambahan untuk memperkuat gerakan tersebut.

Di akhir keterangannya, Karaeng Dode menegaskan komitmen membawa Baznas Bantaeng menjadi salah satu yang terbaik di Sulawesi Selatan melalui kerja nyata dan pendekatan langsung ke masyarakat. (*)

Pewarta: Ady Sijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *