SAdAP : Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW Untuk Membenahi Diri Dari Segala Prilaku Yang Buruk

  • Bagikan

Jakarta,  Beritakota Online-Maulid Nabi merupakan perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yakni pada 12 Rabiul awal tahun gajah.

Nabi Muhammad dilahirkan oleh ibu yang bernama Aminah. Ayah Nabi Muhammad bernama Abdullah. Nabi Muhammad lahir di Makkah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah.

Kelahiran sang Baginda bertepatan dengan peristiwa tentara bergajah menyerang Ka’bah atau Amul Fiil pada tahun 571 kalender Romawi.

Diriwayatkan Ibnu Sa’ad Ahmad ibn Hanbal Darini dunia bersuka cita menyambut kelahiran Rasulullah. Cahaya menerangi istana-istana di Rum.

“Kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan hari aku dibangkitkan hidup (kembali),” firman Allah SWT dalam surat Maryam ayat 33.

Maka dari itu di dalam momentum yang bersejarah ini, Syarifuddin Daeng Punna mengingatkan kepada kita semua agar tetap istiqomah di jalan kebenaran sebagaiman yang dicontohkan Rasulullah semasa berjuang menyebarkan ajaran Islam.

Menurut Pria yang akrab disapa SAdAP ini, ketika Nabi Muhammad lahir, semua alam bersholawat menyambutnya pertanda bahwa nabi terakhir yang membawa kedamaian dan penyempurna atas ajaran sebelumnya telah hadir dimuka bumi ini.

Nabi Muhammad memberi jalan ila rahmatan lil alamin artinya bahwa kehidupan manusia mengikuti apa yang nabi ajarkan sebagai jalan menuju kebaikan urai Ketua Dewan Pembina Laskar Merah Putih Sulsel ini.

Sebagai ummat Nabi Muhammad, kita miris melihat maraknya kasus pembunuhan, kasus perceraian dan berbagai prilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam dan sangat dibenci oleh Allah SWT, olehnya itu sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW sudah saatnya kita saling memperingatkan serta menasehati antara satu dengan yang lain dalam hal kebaikan, apalagi masalah tersebut merupakan sesuatu yang sangat dibenci oleh Nabi terang tokoh Masyarakat Sulsel yang berdomisili di jakarta ini.

Harapan saya dimomentum Hari lahir Nabi Muhammad SAW ini agar kita dapat membenahi diri dan menjadikan kita tawadhu dalam menghadapi setiap masalah yang ada di dunia, sebagaimana sikap dan perilaku Nabi ketika menghadapi kaum kurais yang begitu membencinya Tutup SAdAP.

Editor : Andi Eka/A.A Rakhmansya/H.Sakkar/Andi A Effendy

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *