BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR –Pelaksanaan Makassar Half Marathon (MHM) 2026 dinilai berhasil memberikan dampak besar terhadap sektor perhotelan, restoran, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Makassar.
Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Sulawesi Selatan pun memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan event sport tourism tahunan tersebut.
Ketua BPD PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, mengatakan Makassar Half Marathon kini telah menjadi salah satu event nasional yang paling ditunggu oleh industri perhotelan dan restoran karena mampu mendatangkan ribuan peserta dari berbagai daerah hingga luar negeri.
Menurutnya, event berskala nasional seperti Makassar Half Marathon menjadi indikator penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
“Makassar Half Marathon yang kini telah menjadi agenda sport tourism tahunan merupakan event yang sangat ditunggu oleh industri perhotelan dan restoran di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar,” ujar Anggiat Sinaga, dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Jumat (8/5/2026).
“Event ini terbukti memberikan dampak nyata terhadap peningkatan okupansi hotel dan kunjungan ke berbagai destinasi kuliner,” tambah Anggiat Sinaga.
Ia mengungkapkan, hampir seluruh hotel di kawasan pantai dan pusat Kota Makassar mengalami lonjakan tingkat hunian bahkan penuh selama pelaksanaan MHM 2026.
Tingginya okupansi hotel tersebut didorong oleh banyaknya peserta yang datang dari luar Kota Makassar, luar daerah hingga mancanegara untuk mengikuti ajang lari tahunan tersebut.
“Tidak hanya hotel berbintang yang merasakan manfaatnya, hotel non-bintang juga ikut mendapatkan dampak positif dari event ini. Artinya, efek ekonomi yang ditimbulkan benar-benar dirasakan secara luas oleh pelaku industri pariwisata dan masyarakat,” katanya.
Selain wisatawan luar daerah, peserta lokal juga disebut turut menyumbang peningkatan okupansi hotel. Banyak peserta memilih menginap di hotel sekitar area start dan finish demi kemudahan akses saat race dimulai sejak subuh.
“Dengan euforia yang begitu tinggi dan pelaksanaan race yang dimulai sejak subuh, tidak sedikit pula peserta yang berasal dari Makassar memilih menginap di hotel-hotel yang berada di sekitar area start maupun finish demi kenyamanan dan kemudahan akses saat hari pelaksanaan,” jelas Anggiat.
PHRI Sulsel memperkirakan event Makassar Half Marathon mampu meningkatkan okupansi hotel di Makassar hingga 10 sampai 15 persen selama event berlangsung.
“Kami optimis event Makassar Half Marathon mampu memberikan peningkatan occupancy hotel sebesar 10–15 persen, dan itu merupakan sesuatu yang sangat luar biasa bagi industri perhotelan di Makassar,” tegasnya.
Selain berdampak langsung pada sektor ekonomi, MHM 2026 juga dinilai menjadi media promosi efektif bagi Kota Makassar. Dengan sekitar 12 ribu peserta yang hadir, ribuan konten tentang Makassar dipastikan tersebar melalui media sosial.
“Hampir 12.000 peserta akan menciptakan konten tentang Makassar. Nilai promosi seperti ini tidak bisa diukur hanya dengan angka, karena turut membangun image positif Kota Makassar di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Anggiat Sinaga.
PHRI Sulsel berharap event-event berkualitas seperti Makassar Half Marathon terus mendapat dukungan penuh agar mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga peningkatan kunjungan wisatawan ke Sulawesi Selatan. (Rls/Ank)
































































































































































































































