BERITA KOTA ONLINE, MALAYSIA –
Tes Pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, menjadi indikator awal dominasi Ducati Corse menjelang bergulirnya musim balap.
Mantan juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo, menilai pabrikan asal Italia tersebut telah melangkah maju setelah menampilkan performa impresif sepanjang rangkaian tes yang berlangsung selama tiga hari pekan lalu.
Ducati mencuri perhatian setelah lima pembalapnya menguasai enam besar catatan waktu tercepat.
Empat posisi teratas bahkan sepenuhnya ditempati oleh rider yang menggunakan Desmosedici GP26, yakni Alex Marquez, Fabio Di Giannantonio, Marc Marquez, dan Francesco Bagnaia.
Dominasi ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Ducati masih menjadi kekuatan utama di MotoGP 2026.
Catatan waktu tercepat dibukukan Alex Marquez pada hari terakhir tes, Kamis (5/2/2026) siang WIB, dengan torehan 1 menit 56,402 detik.
Waktu tersebut dicetak saat sesi simulasi kualifikasi dan Sprint Race, di mana mayoritas tim menyiapkan motor dengan setelan performa maksimal untuk menguji potensi sesungguhnya.
Jorge Lorenzo, yang memantau langsung jalannya tes dari pinggir lintasan, menilai peningkatan Ducati tidak hanya terlihat dari kecepatan, tetapi juga dari karakter motor yang lebih matang dan stabil.
Menurutnya, GP26 tampak lebih halus dibandingkan motor-motor pesaing, terutama pada fase keluar tikungan.
“Tampaknya Ducati sudah membuat langkah maju, sebuah langkah maju yang kuat. Dilihat dari pinggir trek, Ducati sangat halus, sangat elektrik, terutama saat keluar tikungan,” ujar Lorenzo, dikutip dari Crash, Minggu (8/2/2026).
BACA JUGA:
PSM Makassar Akhiri Paceklik, Menang 2-1 atas PSBS Biak
Jelang Sprint Race MotoGP Jerman, Marc Marquez Siap Tingkatkan Jarak Poin
Lorenzo menjelaskan, keunggulan Desmosedici GP26 terlihat jelas saat motor berada pada sudut kemiringan maksimal dengan bukaan gas rendah.
Pada kondisi tersebut, Ducati dinilai mampu menjaga keseimbangan dan momentum tanpa gejala liar yang masih terlihat pada beberapa motor rival.
“Mereka sangat halus di sudut menikung maksimal dengan sekitar 20 persen bukaan gas. Namun ketika motor mulai berdiri, mereka tetap bisa menjaga momentum itu,” kata Lorenzo dalam program Por Fuera.
Meski mengakui keunggulan Ducati, Lorenzo menegaskan hasil tes di Sepang belum bisa dijadikan kesimpulan akhir untuk keseluruhan musim.
Ia menilai karakter sirkuit yang berbeda dapat memengaruhi peta persaingan, sekaligus membuka peluang bagi pabrikan lain untuk memperkecil jarak.
“Motor lain terlihat lebih nervous. Tapi Alex, Marc, dan Pecco menjalani simulasi Sprint Race yang sangat kuat. Namun ini baru satu trek. Mungkin KTM dan Aprilia bisa lebih dekat di sirkuit lain. Segalanya bisa berubah dengan cepat dari trek ke trek, meskipun Ducati saat ini terlihat sangat kuat,” tandasnya.
Setelah tes di Sepang, para pembalap MotoGP akan melanjutkan agenda pramusim kedua di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, pada 21–22 Februari 2026.
Sirkuit tersebut juga akan menjadi lokasi seri pembuka MotoGP Thailand 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Februari hingga 1 Maret mendatang.
Tes di Buriram diperkirakan menjadi penentu apakah dominasi Ducati di Sepang benar-benar berlanjut saat musim resmi dimulai. (*)
Pewarta: Andi Eka
































































































































































































































