BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan vokasi.
Kali ini, nama Kartika Dewi, S.T., M.T., dosen Jurusan Teknik Kimia PNUP, terpilih melalui proses seleksi untuk mewakili institusi dalam program “Training Program for Indonesian University Teachers on Intelligent Manufacturing Technology of New Chemical Materials in China” yang diselenggarakan oleh Liming Vocational University, Tiongkok.
Program bertajuk “Intelligent Manufacturing for the Future · Jointly Cultivating Craftsmanship Spirit” tersebut berlangsung pada 7–18 Juni 2026 dan berfokus pada penguatan kompetensi di bidang robotika industri serta sistem manufaktur cerdas.
Kegiatan ini diikuti oleh 17 peserta dari berbagai politeknik dan universitas di Indonesia di bawah koordinasi China-Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA).
Kepala Humas PNUP menyebutkan bahwa keterlibatan dosen dalam program internasional ini merupakan bagian dari strategi penguatan kurikulum berbasis industri.
“Keikutsertaan dosen PNUP dalam pelatihan robotika industri di Tiongkok ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat kurikulum vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi manufaktur modern. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat langsung diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kampus,” ujar Humas PNUP.
Selama pelatihan, peserta dibekali materi komprehensif terkait robot industri ABB IRB1410, mulai dari pengenalan sistem dan keselamatan kerja, pemrograman trajektori, pengaturan koordinat kerja, material handling dan palletizing, hingga troubleshooting sistem elektrikal robot.
Selain pembelajaran di kelas dan laboratorium, peserta juga mengikuti kunjungan industri ke Jiumu 5G Factory, simulasi virtual perakitan robot, serta forum pertukaran metode pengajaran vokasi antarnegara.


Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D., menegaskan bahwa transformasi pendidikan vokasi tidak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi global.
“Robotika industri saat ini menjadi salah satu pilar utama dalam transformasi manufaktur. PNUP harus terus hadir dalam ekosistem pembelajaran global agar lulusan kita memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi PNUP, Dr. Nurhayati, S.Si., M.T., menilai keikutsertaan ini membuka peluang kerja sama jangka panjang.
“Melalui jejaring CITIEA, PNUP memiliki ruang lebih luas untuk pengembangan kurikulum, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kolaborasi riset di bidang robotika dan manufaktur cerdas,” katanya.
Penanggung Jawab Kantor Urusan Internasional (KUI) PNUP, Sitti Sahriana, S.S., M.AppLing., menambahkan bahwa pihaknya akan terus memperkuat kerja sama internasional secara berkelanjutan.
“Kami berkomitmen memastikan dosen PNUP dapat terus terlibat dalam program internasional yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Peserta pelatihan, Kartika Dewi, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa pengalaman ini menjadi modal penting untuk pengembangan pembelajaran di kampus.
“Robotika industri adalah arah penting dalam pengembangan Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika. Ilmu dan praktik yang saya peroleh akan saya bawa untuk memperkaya proses belajar-mengajar di PNUP,” tuturnya dilansir Humas PNUP.
Hasil pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan modul praktikum, kurikulum berbasis industri, serta membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Liming Vocational University dalam bidang robotika dan manufaktur cerdas. (Humas)



















