BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR –Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Zero Waste Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan program penyediaan tempat sampah anorganik berbahan galon bekas di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya mendorong budaya pemilahan sampah sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan galon air bekas menjadi tempat sampah anorganik yang fungsional. Melalui inovasi sederhana tersebut, limbah galon yang sebelumnya tidak terpakai memperoleh nilai guna baru sebagai sarana pemilahan sampah.
Sebelum pelaksanaan program, mahasiswa melakukan observasi dan berkoordinasi dengan pihak kelurahan serta sekolah untuk mengidentifikasi kebutuhan fasilitas pengelolaan sampah.
Selanjutnya, mahasiswa mengumpulkan galon bekas yang masih layak digunakan, membersihkannya, memasang label edukatif, lalu menempatkannya di sejumlah titik strategis di lingkungan sekolah dan permukiman warga.
Penanggung jawab program, Miftahul Jannah Ramadhani, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai solusi sederhana yang dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi media edukasi bagi masyarakat.
“Kami berharap masyarakat semakin terbiasa memilah sampah sesuai jenisnya sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Miftahul.


Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab melalui penguatan budaya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Salah seorang guru SD Negeri Sipala 1 mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Unhas tersebut karena dinilai mampu menanamkan karakter peduli lingkungan kepada peserta didik sejak dini.
“Pembuatan tempat sampah ini sangat mendukung program pemerintah dalam pemilahan sampah. Kami berharap inovasi mahasiswa KKN Unhas dapat menjadi contoh sekaligus menginspirasi masyarakat agar semakin peduli terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” katanya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Zero Waste Gelombang 116 Unhas berharap kebiasaan memilah sampah dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi sederhana yang berdampak positif bagi kelestarian lingkungan. (Humas)



















