BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR – Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (SV-UT) resmi menjalin kerja sama dengan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirangkaikan dengan kegiatan benchmarking di Kampus I PNUP, Tamalanrea, Makassar, Kamis, (13/08/2026).
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis kedua institusi dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan vokasi, mengembangkan tata kelola akademik, memperkuat jejaring kemitraan antarperguruan tinggi, serta membangun pendidikan vokasi yang semakin adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Sekolah Vokasi Universitas Terbuka resmi didirikan pada 15 September 2025 untuk menyediakan program pendidikan diploma, yakni D3 dan D4, yang berbasis keterampilan praktis. Sistem pembelajarannya diselenggarakan secara jarak jauh dan fleksibel serta dirancang melalui kerja sama dengan dunia industri agar lulusannya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Kantor pusat Sekolah Vokasi Universitas Terbuka berada di Gedung Serbaguna Lantai 2, Kampus Universitas Terbuka, Jalan Cabe Raya, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan.
Kunjungan delegasi SV-UT dipimpin Direktur SV-UT, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. Delegasi tersebut turut diikuti Wakil Direktur I Bidang Akademik Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Dr. Tuti Purwoningsih, S.Pd., M.Sc., Direktur UT Makassar Prof. Dr. Abdul Rahman Rahim, Manajer Kemitraan dan Alumni Sekolah Vokasi Universitas Terbuka Dr. Andi Harmoko Arifin, S.E., M.Si., Wise Rogate Silalahi, S.Hut., M.M., Reza Fitriansyah, S.Kom., M.Kom., dan Nabila Meutia Pratiwi, S.Hum.
Kehadiran delegasi SV-UT di PNUP menandai penguatan jejaring pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tuntutan perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang semakin dinamis.
Penandatanganan MoU dihadiri Direktur PNUP Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D., bersama jajaran pimpinan PNUP, yakni Wadir I Bidang Akademik Prof. Ahmad Rizal Sultan, S.T., M.T., Ph.D., dan Wadir IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Dr. Nurhayati, S.Si., M.T.
Sementara dari Sekolah Vokasi Universitas Terbuka hadir Direktur Sekolah Vokasi UT Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A.
Kerja sama kedua institusi mencakup sejumlah bidang strategis, mulai dari penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), hingga pengembangan program akademik yang menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan zaman.
Wadir I Bidang Akademik PNUP, Prof. Ahmad Rizal Sultan, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan kerja sama dengan Sekolah Vokasi UT merupakan bagian dari komitmen PNUP sebagai perguruan tinggi vokasi (PTV) terbesar di Indonesia Timur untuk terus memperluas jejaring kemitraan dengan perguruan tinggi.
Menurutnya, kolaborasi antarlembaga pendidikan penting dilakukan untuk saling bertukar pengalaman sekaligus menghadirkan inovasi yang memberikan dampak langsung terhadap mahasiswa maupun pengembangan institusi.
“Kolaborasi menjadi langkah penting untuk saling menguatkan dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang berkualitas. Kami percaya, melalui sinergi dengan Sekolah Vokasi Universitas Terbuka, akan lahir berbagai inovasi dan program kolaboratif yang mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa, kualitas dosen, serta tata kelola institusi,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diterjemahkan dalam berbagai program nyata dan berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak,” tambahnya.


Direktur Sekolah Vokasi Universitas Terbuka, Dr. Mohamad Yunus, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai kemitraan dengan PNUP dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang lebih kuat di Indonesia.
Menurutnya, PNUP memiliki peran penting sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi terkemuka dan dikenal sebagai PTV terbesar di Indonesia Timur. Hal tersebut didukung oleh perkembangan mutu akademik, berbagai prestasi nasional, serta jejaring kerja sama yang luas dengan dunia industri.
“Kami sangat mengapresiasi sambutan dan komitmen PNUP dalam membangun kolaborasi ini. Melalui MoU ini, kami berharap kedua institusi dapat saling berbagi pengalaman, memperkuat inovasi pembelajaran, serta mengembangkan berbagai program bersama,” kata Mohamad Yunus.
Ia berharap sinergi tersebut memberikan dampak positif terhadap pengembangan pendidikan vokasi sekaligus meningkatkan kualitas lulusan agar semakin mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.
Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan benchmarking yang diikuti jajaran pimpinan kedua institusi.
Forum tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai berbagai aspek pengelolaan pendidikan tinggi vokasi, mulai dari tata kelola kelembagaan, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, sistem penjaminan mutu, strategi peningkatan kualitas pembelajaran, hingga penguatan kemitraan dengan dunia industri.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Kedua institusi juga membahas sejumlah peluang konkret untuk mengimplementasikan kerja sama, di antaranya penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan program akademik, peningkatan kapasitas SDM, serta berbagai program lain yang mendukung kemajuan pendidikan vokasi.
Melalui penguatan jejaring antarlembaga pendidikan dan upaya mendekatkan pembelajaran dengan kebutuhan industri, PNUP dan SV-UT menargetkan lahirnya lulusan yang unggul, kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja.
Kerja sama tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengembangan pendidikan vokasi membutuhkan sinergi lintas institusi agar mampu bergerak lebih cepat dalam merespons perkembangan teknologi, kebutuhan industri, serta tantangan dunia kerja yang semakin dinamis. (Humas)



















