BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR – Organisasi Domino (Orado) Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menggencarkan kampanye edukatif terkait permainan domino sebagai olahraga rekreasi yang sehat dan bernilai kebersamaan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di salah satu warung kopi (warkop) di kawasan Jalan Tinumbu, Kota Makassar, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan ini menarik perhatian pengunjung warkop dan komunitas pecinta domino yang hadir untuk menyaksikan langsung pemaparan materi sekaligus simulasi permainan.
Suasana berlangsung interaktif, di mana peserta tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga diberi kesempatan mencoba bermain sesuai aturan resmi organisasi.
Perwakilan Orado Sulsel menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah strategis untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap permainan domino yang selama ini kerap disalahpahami.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa domino adalah permainan rakyat yang sarat nilai kebersamaan. Jika dimainkan dengan aturan yang jelas dan dalam wadah resmi, maka domino bisa menjadi olahraga rekreasi yang positif,” ujarnya.
Menurutnya, domino memiliki banyak manfaat, mulai dari melatih konsentrasi, kemampuan membaca situasi, hingga membangun sportivitas antar pemain.
BACA JUGA:
Persebaya vs PSM, Pasukan Ramang Tumbang Tipis 0-1
Dua Bintang Asia Tenggara Bersinar, Tjen dan Eala Panaskan Peta Tenis Dunia
ORADO Sulsel Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Wasit Domino di Makassar
Karena itu, Orado Sulsel mendorong agar permainan ini dipandang sebagai aktivitas rekreasi yang produktif, bukan sekadar pengisi waktu luang.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga memperkenalkan standar aturan pertandingan yang biasa digunakan dalam kompetisi resmi.
Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, bahkan beberapa di antaranya aktif bertanya terkait teknik bermain dan peluang mengikuti turnamen.
Salah seorang peserta mengaku baru memahami bahwa domino memiliki aturan baku yang terstruktur. Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.
Ke depan, Orado Sulsel berencana memperluas sosialisasi ke berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.
Selain itu, organisasi ini juga menyiapkan agenda turnamen dan pelatihan rutin untuk menjaring pemain potensial yang dapat berkompetisi secara lebih profesional.
“Kami menargetkan domino bisa semakin diterima sebagai olahraga rekreasi yang membangun solidaritas dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat,” tambah perwakilan Orado Sulsel.
Melalui kampanye berkelanjutan ini, Orado Sulsel berharap stigma negatif terhadap permainan domino dapat perlahan hilang, sekaligus membuka ruang pembinaan komunitas yang lebih terorganisir di Makassar dan sekitarnya. (Rls)
































































































































































































































