BERITA KOTA ONLINE, JAKARTA – Peta persaingan tenis putri dunia mulai menunjukkan dinamika baru setelah dua wakil Asia Tenggara, Janice Tjen dari Indonesia dan Alexandra Eala dari Filipina, mencatat lonjakan peringkat signifikan dalam pembaruan terbaru dari Women’s Tennis Association (WTA).
Keduanya tampil sebagai simbol kebangkitan kawasan yang selama ini berada di bawah bayang-bayang dominasi Eropa dan Amerika.
Alexandra Eala menjadi sorotan utama setelah melonjak 16 peringkat ke posisi ke-31 dunia dengan raihan 1.432 poin.
Lompatan tersebut ditopang performa impresifnya di ajang Dubai Tennis Championships, turnamen level WTA 1000 yang mempertemukan para pemain elite.
Dalam turnamen tersebut, Eala tampil agresif dan mampu memanfaatkan situasi ketika sejumlah pemain unggulan mundur.
Ia melaju hingga babak perempat final sebelum langkahnya dihentikan oleh petenis Amerika Serikat, Coco Gauff.
Meski gagal melangkah lebih jauh, capaian itu cukup untuk mengatrol posisinya secara signifikan di ranking dunia.
“Perjalanan saya masih panjang. Saya ingin terus berkembang dan membuktikan bahwa pemain dari Asia Tenggara bisa bersaing di level tertinggi,” ujar Eala dalam pernyataan resminya.
BACA JUGA:
Lorenzo Sebut Ducati Melangkah Maju Usai Dominasi Tes Pramusim MotoGP 2026 di Sepang
Muktamar IPM di Makassar, Tetapkan Dany Rahmat Muharram sebagai Ketua Umum
Tak kalah menggembirakan, Janice Tjen juga menunjukkan grafik menanjak. Petenis Indonesia berusia 23 tahun itu naik 10 peringkat dan kini menempati posisi ke-36 dunia dengan 1.341 poin.
Konsistensi performa sepanjang awal musim menjadi faktor penting di balik kenaikan dua digit tersebut.
Tjen dinilai mulai menemukan ritme permainan terbaiknya saat menghadapi pemain-pemain level atas. Ia pun menegaskan bahwa pencapaian ini baru langkah awal.
“Saya bersyukur bisa terus naik, tetapi target saya jelas, yaitu menembus jajaran elite dunia. Saya akan bekerja lebih keras lagi,” kata Tjen.
Di papan atas, persaingan tetap dipimpin nama-nama besar. Petenis Kazakhstan, Elena Rybakina, masih menjadi kekuatan utama setelah mengawali musim dengan gelar juara Australian Open 2026.
Ia kini bertengger di peringkat ketiga dunia, membayangi ketat posisi kedua yang ditempati Iga Swiatek.
Pengamat menilai kemunculan Eala dan Tjen memberi warna baru bagi tenis putri global.
Jika mampu menjaga konsistensi dan memanfaatkan momentum, bukan tidak mungkin keduanya segera menembus 30 besar dunia.
Kebangkitan dua bintang Asia Tenggara ini sekaligus menjadi sinyal bahwa peta kekuatan tenis putri mulai bergeser. Kawasan yang dulu minim representasi kini perlahan menunjukkan taringnya di panggung internasional. (*)
Pewarta: Andi Eka
































































































































































































































