BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR –Semangat kearifan lokal mewarnai Apel Ojol Kamtibmas yang digelar di Makassar, Rabu 11 Februari 2026. Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polantas mengusung tajuk “Polantas Mappatabe Presisi” sekaligus membagikan helm gratis dan PIN kepada para pengemudi ojek online (ojol) yang hadir.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Sulsel, Dr. Pria Budi, serta dihadiri Kasatlantas Polrestabes Makassar, AKBP Hj. Andi Husnaeni, S.Sos., M.Si.
Puluhan pengemudi ojol tampak antusias menerima helm standar keselamatan yang dibagikan secara simbolis di sela apel.
Dirlantas Polda Sulsel, Dr. Pria Budi, menjelaskan bahwa pemilihan kata “Mappatabe” bukan sekadar slogan, melainkan sarat makna budaya Bugis-Makassar yang relevan dengan etika berlalu lintas.
“Kata Mappatabe itu berarti permisi atau meminta izin saat melintas di depan orang lain. Nilai sopan santun inilah yang ingin kami hadirkan di jalan raya. Pengemudi harus saling menghargai, bukan saling mendahului tanpa etika,” ujarnya di hadapan peserta apel.
Ia menegaskan bahwa implementasi Mappatabe di jalan raya dapat diwujudkan melalui sikap santun, tertib, serta mematuhi aturan lalu lintas.
Menurutnya, pengemudi ojol memiliki peran strategis sebagai pelopor keselamatan karena intensitas mereka di jalan sangat tinggi setiap hari.
BACA JUGA:
Ditlantas Polda Sulsel Gaungkan “Mappatabe”, Ojol Diajak Jadi Pelopor Tertib Lalu Lintas
Purbaya dan Trenggono Ribut Soal Anggaran Kapal

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Makassar, AKBP Hj. Andi Husnaeni, turun langsung membagikan helm kepada para pengemudi.
Ia berharap bantuan tersebut bukan hanya dimaknai sebagai pemberian fisik, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya keselamatan.
“Kami ingin teman-teman ojol menjadi contoh di jalan. Gunakan helm standar, patuhi rambu, dan junjung tinggi etika berkendara. Mappatabe harus tercermin dalam perilaku sehari-hari,” tegas Andi Husnaeni.
Apel Ojol Kamtibmas ini juga dihadiri Kasatlantas Polres Gowa dan Kasatlantas Polres Maros, yang turut membawa perwakilan pengemudi ojol dari wilayah masing-masing.
Kehadiran lintas wilayah ini menunjukkan sinergi antar satuan lalu lintas dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di kawasan Mamminasata.
Sejumlah pengemudi ojol mengaku menyambut baik kegiatan tersebut. Selain mendapatkan helm gratis, mereka juga merasa diperhatikan dan dilibatkan dalam upaya menjaga keamanan serta ketertiban lalu lintas.
Melalui gerakan Polantas Mappatabe Presisi, kepolisian berharap pesan budaya dan keselamatan dapat berjalan beriringan.
Jalan raya bukan sekadar ruang mobilitas, tetapi juga ruang interaksi sosial yang menuntut saling hormat dan tanggung jawab bersama. (*)
Pewarta: Ady Sijaya

































































































































































































































