Pangdam Hasanuddin Ungkap Temuan Kokain di Selayar, 25 Kg Dimusnahkan di Mapolda Sulsel

Pangdam Hasanuddin Ungkap Temuan Kokain di Selayar, 25 Kg Dimusnahkan di Mapolda Sulsel
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memberikan keterangan terkait temuan narkotika jenis kokain di Selayar, Makassar, Senin (16/3/2026) (Foto: Istimewa)

BERITA KOTA ONLINE, MAKASSAR –Temuan puluhan kilogram narkotika jenis kokain di wilayah pesisir Kabupaten Kepulauan Selayar mengungkap potensi jalur laut sebagai pintu masuk peredaran gelap narkoba di Sulawesi Selatan.

Barang bukti tersebut akhirnya dimusnahkan di Mapolda Sulsel, Senin (16/3/2026), sebagai bagian dari komitmen bersama aparat dalam memberantas narkotika.

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko secara langsung menyerahkan barang bukti narkotika kepada Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.

Penyerahan berlangsung di aula Mapolda Sulsel dan disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel, termasuk perwakilan Kejaksaan Tinggi, DPRD, serta Badan Narkotika Nasional (BNN).

Sebelum diserahkan, paket narkotika yang sebelumnya diamankan oleh jajaran Kodim 1415/Selayar terlebih dahulu diperiksa oleh tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel.

Hasil uji memastikan seluruh paket positif mengandung kokain. Barang bukti terdiri dari 14 bungkus plastik putih dalam kondisi utuh dan 6 bungkus dalam kondisi rusak.

BACA JUGA:

Sinergitas TNI-Polri Musnahkan 25 Kg Barang Bukti Narkotika di Mapolda Sulsel

Bupati Jeneponto Paris Yasir Luncurkan Program “Jeneponto Berhaji”, Harapan Baru Menuju Baitullah

Dalam keterangannya, Pangdam XIV/Hasanuddin mengungkapkan bahwa narkotika tersebut merupakan temuan warga pada 8 Maret 2026 di pesisir Pantai Dusun Mardekayya, Desa Mekar Indah, Kecamatan Pasimasunggu.

“Barang ini pertama kali ditemukan oleh masyarakat yang kemudian dilaporkan kepada Babinsa. Respons cepat di lapangan membuat barang tersebut dapat segera diamankan sebelum beredar luas,” ujar Bangun Nawoko.

Ia menegaskan bahwa wilayah pesisir menjadi salah satu titik rawan yang harus mendapat perhatian serius, mengingat potensi penyelundupan melalui jalur laut masih terbuka lebar.

“Kami dari TNI akan terus meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah perbatasan dan pesisir. Sinergi dengan Polri dan BNN akan terus diperkuat untuk memutus rantai peredaran narkotika,” tegasnya.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro turut menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat dan aparat di tingkat bawah.

“Ini bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat, TNI, dan Polri sangat efektif. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan hal mencurigakan,” kata Djuhandhani.

Setelah proses serah terima, kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti seberat 25 kilogram yang dilakukan secara terbuka di halaman Mapolda Sulsel.

Pemusnahan tersebut menjadi simbol komitmen aparat dalam menjaga wilayah Sulawesi Selatan dari ancaman narkoba, sekaligus memberikan pesan tegas kepada pelaku kejahatan bahwa tidak ada ruang bagi peredaran narkotika di daerah ini. (*)

Pewarta: Ady Sijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *