Fatal, Proyek Rp1,7 Miliar Gedung Pertemuan Sipitangarri Jeneponto Ambruk, Dua Pekerja Nyaris Jadi Korban

Fatal, Proyek Rp1,7 Miliar Gedung Pertemuan Sipitangarri Jeneponto Ambruk, Dua Pekerja Nyaris Jadi Korban
Tampak kondisi Gedung Sipitangarri Jeneponto yang ambruk saat proses pengerjaan, warga menduga akibat penggunaan material tidak sesuai spesifikasi, Jeneponto, Selasa (23/12/2025) (Foto: Tim Redaksi).

BERITA KOTA ONLINE, JENEPONTO – Proyek pembangunan Gedung Tempat Pertemuan Sipitangarri di Kabupaten Jeneponto kembali menuai protes warga.

Proyek bernilai Rp1,7 miliar yang masih dalam tahap pengerjaan itu dilaporkan mengalami insiden fatal berupa ambruknya cor beton list plank bangunan.

Peristiwa menghebohkan tersebut nyaris menelan korban jiwa, setelah dua orang pekerja yang berada di lokasi hampir tertimpa reruntuhan material konstruksi.

Gedung yang direhabilitasi tersebut berlokasi di Jalan Lanto Dg Pasewang, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Proyek ini dibiayai dari Dana DAU Earmark Tahun Anggaran 2025 melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jeneponto, dengan nomenklatur Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Pertemuan.

Berdasarkan papan proyek, pekerjaan ini memiliki Nomor Kontrak 000.3.3/375/SPMK-RGS/DISPORA, dilaksanakan oleh CV Amin Abadi Sejahtera dan diawasi oleh CV Macario Engineer, dengan nilai kontrak Rp1.712.176.310.

Insiden ambruknya cor beton list plank diketahui terjadi saat proses pengecoran sedang berlangsung. Pantauan awak media di lokasi, Selasa (23/12/2025), menunjukkan kondisi bangunan bagian list plank di sekeliling gedung runtuh secara signifikan.

Material beton dan besi terlihat berhamburan, memunculkan dugaan kuat bahwa struktur pembesian tidak mampu menahan beban cor beton.

Salah seorang pekerja di lokasi mengungkapkan bahwa robohnya list plank terjadi secara tiba-tiba. Ia menduga kualitas material pembesian menjadi penyebab utama.

“List plank itu roboh karena tidak mampu menahan beban cor beton. Besinya tidak kuat,” ungkapnya saat dimintai keterangan.

BACA JUGA:

BUMDes Assamaturu Hadir di Tengah Duka, Santuni Keluarga Warga Kampala yang Tenggelam di Laut

Miris, Dana PIP Siswa MTs Nurul Azis Barobbo Diduga Dipotong Anak Ketua Yayasan di Jeneponto

Sementara itu, Kepala Tukang proyek, Risal Daeng Sese, yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut, memberikan penjelasan berbeda.

Ia menilai kejadian tersebut lebih disebabkan faktor kelalaian teknis di lapangan, bukan karena penyimpangan spesifikasi.

“Pekerjaan cor list plank sudah sesuai spesifikasi teknis. Ini hanya faktor kelalaian saja,” kata Risal.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya pekerjaan cor list plank telah mengikuti gambar awal perencanaan.

Namun, setelah terjadi penyesuaian desain bangunan, terdapat perubahan gambar teknis yang berdampak pada pekerjaan tersebut.

“Sebelum kejadian, cor beton list plank sudah sesuai gambar awal. Sekarang ada perubahan gambar mengikuti kondisi bangunan, sehingga list plank yang ada akan ditiadakan dan diganti dengan kalsiboard,” jelasnya.

Upaya konfirmasi kepada pelaksana harian CV Amin Abadi Sejahtera, Fauzan, tidak membuahkan hasil. Yang bersangkutan tidak berada di lokasi saat awak media mendatangi proyek tersebut.

Sementara itu, PPTK Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jeneponto, Hj. Suci Fitriani, SE, mengatakan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pengawas proyek.

“Rapatka dulu. Bisaji kita hubungi pengawasnya itu. Tanggapannya saja pengawas, karena saya hanya administrasinya,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, PPK sekaligus Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jeneponto, Emil Ilyas, S.Sos, belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ambruknya proyek tersebut.

Publik pun mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk audit teknis, untuk memastikan proyek bernilai miliaran rupiah ini dikerjakan sesuai spesifikasi dan tidak membahayakan keselamatan pekerja maupun masyarakat.

ELHAN RI Dorong Transparansi Proyek Rp1.7 Miliar

Sementara itu, Lembaga ELHAN RI, organisasi yang fokus pada pengawasan pembangunan dan integritas proyek publik, kini menyiapkan laporan resmi terkait ambruknya Gedung Pertemuan Sipitangarri di Jeneponto.

Proyek bernilai Rp1,7 miliar ini dilaporkan mengalami keruntuhan saat proses pengerjaan, nyaris menelan korban jiwa.

ELHAN RI, menyatakan pihaknya telah sebelumnya melakukan Investigasi dilapangan baru-baru ini, sebelum terjadinya insiden ambruknya List Plank pada sekeliling bangunan karena diduga pemakaian bahan material pembesian tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sehingga tidak mampu menahan beban Cor Beton.

Dalam investigasi ELHAN RI telah  melakukan pengumpulan data lapangan, termasuk dokumen kontrak, gambar teknis, dan wawancara dengan pekerja serta pengawas proyek.

Tujuannya adalah memastikan apakah pengerjaan proyek telah sesuai spesifikasi teknis dan peraturan yang berlaku.

“ELHAN RI akan menyiapkan laporan lengkap sebagai bahan evaluasi pemerintah daerah. Kami ingin memastikan ada transparansi penuh terkait penggunaan anggaran miliaran ini dan keselamatan pekerja tidak terabaikan,” ujar salah satu anggota ELHAN RI, Kamis (25/12/2025).

Selain itu, lembaga ini juga akan menyertakan analisis teknis terhadap material dan metode konstruksi yang digunakan.

Laporan ini nantinya akan diserahkan ke Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jeneponto serta instansi pengawas terkait, agar langkah perbaikan dan tindakan preventif bisa segera diterapkan.

“Setiap proyek publik harus diawasi dengan ketat. Insiden ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak agar pengerjaan proyek sesuai RAB dan spesifikasi teknis, serta mengutamakan keselamatan pekerja,” tegas ELHAN RI.

Hingga saat ini, ELHAN RI menegaskan laporan investigasi mereka masih dalam tahap finalisasi, namun hasil sementara sudah menunjukkan adanya indikasi kelalaian dalam penggunaan material dan pengawasan di lapangan. Lembaga ini berharap pemerintah daerah menindaklanjuti temuan tersebut dengan langkah-langkah tegas. (*)

Bersambung….

Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *