BERITA KOTA ONLINE, JAKARTA – Dialog Literasi Kebangsaan (DILIBAS) Episode 5 kembali menjadi sorotan publik setelah STIK Lemdiklat Polri menghadirkan diskusi mendalam bertema “Reformasi Polri: Retorika atau Harapan?” di Auditorium Mutiara STIK, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).
Forum ini mempertemukan para pakar nasional, akademisi, pejabat utama Polri, serta ratusan mahasiswa yang antusias menguji seberapa jauh langkah reformasi institusi kepolisian berjalan selama ini.
Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si., membuka dialog dengan penekanan bahwa reformasi Polri bukan sekadar program struktural, tetapi menuntut keberanian moral dan perubahan etika yang lebih mendalam.
Ia menegaskan bahwa semangat transformasi harus dimulai dari teladan pimpinan yang berani mengoreksi diri, karena integritas institusi dibangun dari kejujuran internal.
Menurutnya, reformasi akan mandek bila hanya berhenti pada perubahan regulasi tanpa menyentuh nilai dasar seperti etika profesi, keberanian moral, dan tanggung jawab publik.
“Transformasi Polri harus dibangun di atas keberanian moral, etika, dan keteladanan,” ujarnya di hadapan peserta diskusi.
BACA JUGA:
STIK Gelar DILIBAS Ke 4: Polri Ajak Anak Muda Perkuat Transparansi dan Kepercayaan Publik
Tim Gabungan Polres Toraja Utara Cek Lokasi Dugaan Judi Sabung Ayam, Hasilnya Nihil

Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh strategis seperti Prof. Dr. Eko Prasojo yang menilai bahwa reformasi birokrasi Polri harus menyasar persoalan legitimasi publik.
Ia menekankan bahwa kepercayaan masyarakat akan tumbuh jika Polri mampu menghadirkan pelayanan yang lebih transparan, akuntabel, dan dekat dengan warga.
Aktivis HAM Usman Hamid juga menambahkan perspektif kritis terkait pentingnya perlindungan hak warga negara dalam setiap tindakan kepolisian.
Diskusi berlangsung dinamis saat mahasiswa mengajukan pertanyaan tajam mengenai moralitas aparat, tantangan integritas, hingga peran teknologi dalam memperkuat transparansi proses penegakan hukum.
Banyak dari mereka menyoroti pentingnya community policing sebagai jembatan kedekatan antara Polri dan masyarakat, terutama di tengah perubahan sosial dan digital yang bergerak cepat.
Melalui DILIBAS Episode 5, STIK Lemdiklat Polri menegaskan komitmennya bahwa reformasi tidak boleh menjadi simbol semata.
Institusi akademik kepolisian ini ingin menjadi pusat gagasan untuk memperkuat nilai-nilai etika, integritas, serta kemampuan analitis dalam membangun Polri yang Presisi, prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan guna menjawab tuntutan publik menuju Indonesia Emas 2045.
Kehadiran pejabat utama STIK–PTIK Lemdiklat Polri, termasuk Brigjen Pol Dr. Endra Zulpan, S.I.K., M.Si., semakin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemikiran dalam memperkuat agenda reformasi internal.
Forum ini menjadi bukti bahwa suara publik, kritik akademik, dan refleksi etis harus berjalan seiring untuk memastikan reformasi Polri tidak berhenti pada retorika, tetapi menjadi harapan nyata bagi masyarakat. (*)
Pewarta : Halimuliadi
Editor : Andi Eka/Andi A Effendy































































































































































































































