Dari Malino ke Amerika: Perjalanan Kopi Luwak Sulawesi Selatan

Dari Malino ke Amerika: Perjalanan Kopi Luwak Sulawesi Selatan
A. Junanjar Irawan, pemilik Kopi Luwak Malino, menunjukkan kebanggaannya atas kesuksesan produk kopi luwak Sulawesi Selatan yang kini telah dikenal di pasar internasional, Selasa (27/1/2025) (Dok. Istimewa)

MAKASSAR – Kopi luwak dari Malino, Sulawesi Selatan, telah membuktikan bahwa produk lokal bisa menembus pasar internasional.

Berawal dari inovasi yang dilakukan oleh Dokter Dani pada 2010, kopi ini berhasil berkembang menjadi salah satu kopi premium yang diminati, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

A. Junanjar Irawan, pemilik Kopi Luwak Malino, melanjutkan pengembangan tersebut dan sukses membawa nama kopi luwak Sulsel ke panggung global.

Menurut Junanjar, kopi luwak Sulawesi Selatan memiliki keunikan tersendiri, terutama dari segi proses produksinya.

“Ini mungkin baru pertama kali ya, kopi luwak di Sulawesi Selatan hanya ada di sini,” ungkap Junanjar dengan bangga, Senin (27/1/2025).

Keunikan kopi ini terletak pada proses seleksi biji kopi yang dilakukan oleh hewan luwak. Proses tersebut memberikan rasa khas dengan sentuhan karamel yang lembut.

Pasar kopi luwak Malino tidak terbatas pada konsumen domestik. Kopi ini telah diekspor ke Belanda, Inggris, Singapura, dan bahkan Amerika Serikat.

Junanjar menjelaskan bahwa untuk pasar Amerika, mereka melibatkan pihak kedua untuk memasarkan produknya.

“Pasarnya bagus memang untuk di luar negeri. Kami sudah sampai ke Belanda, UK, dan Singapura, serta ada pengiriman ke Amerika,” kata Junanjar.

Namun, ia juga menyoroti pentingnya memastikan ketersediaan barang sebelum memenuhi permintaan ekspor. Produksi kopi luwak Malino hanya dilakukan setahun sekali dengan total produksi maksimal 50 kilogram. Untuk harga, kopi ini dibanderol hingga Rp2,6 juta per kilogram di pasar domestik.

“Produksi terbesar sampai 50 kilo. Kalau mau ekspor kita lihat dulu barangnya, jangan sampai ada permintaan ekspor lalu barangnya tidak ada,” tambahnya.

Kopi luwak Malino juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pada tahun sebelumnya, Junanjar mencatat omset tahunan mencapai Rp500 juta dengan menjual 48 kilogram kopi. Tahun ini, ia optimis target penjualan bisa mencapai Rp1,5 miliar.

BACA JUGA:

Tips Konsumsi Air Rebusan Jagung untuk Mendapatkan Manfaat Maksimal

Shin Tae-yong: Terima Kasih, Saya Mencintai Indonesia

“Omset per tahun bisa sampai Rp500 juta. Kemarin kita jual hanya 48 kilo dapat Rp227 juta. Target tahun ini, insyaallah, bisa mencapai Rp1,5 miliar,” ujar Junanjar.

Kesuksesan ini tidak lepas dari dukungan Bank Indonesia (BI). Kopi Luwak Malino merupakan bagian dari UMKM binaan BI, yang telah memfasilitasi promosi produk hingga ke luar negeri. Dengan promosi yang masif, produk ini semakin dikenal di pasar internasional.

Keberhasilan kopi luwak Malino juga didukung oleh proses produksinya yang unik. Proses ini dimulai dari seleksi biji kopi oleh luwak atau musang kelapa.

Luwak hanya memilih buah kopi yang matang dan berkualitas. Setelah dimakan, biji kopi tersebut melewati proses fermentasi alami di dalam perut luwak, yang dipercaya dapat meningkatkan rasa dan mengurangi kadar asam.

BACA JUGA:

Menkop Budi Arie: Koperasi Akan Terlibat dalam Penyaluran Pupuk Subsidi ke Petani

Mendes Yandri Ungkap Fokus Dana Desa 2025: Ketahanan Pangan hingga Desa Digital

Setelah keluar dari tubuh luwak dalam bentuk kotoran, biji kopi tersebut dibersihkan secara menyeluruh. Proses selanjutnya meliputi penjemuran, pengupasan, pemanggangan, hingga penggilingan. Semua tahapan ini dilakukan dengan pengawasan ketat untuk memastikan kualitas kopi tetap terjaga.

Selain produksi kopi, Junanjar juga membuka kedai kopi luwak di Malino yang dilengkapi dengan penangkaran luwak.

Kedai ini berada di lokasi strategis, tepat di pinggir Jalan Utama di Malino. Desain kedainya yang unik, dengan lantai dua menyerupai rumah pohon, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati kopi luwak sambil berlibur di Malino.

Junanjar berharap Kopi Luwak Malino terus berkembang dan diminati konsumen di seluruh dunia. Ia optimis kualitas dan keunikan produknya dapat membuat kopi luwak Malino semakin bersinar di pasar internasional.

“Mudah-mudahan kita bisa terus berkembang. Dengan kualitas yang kita punya, saya yakin Kopi Luwak Malino akan terus diminati,” harapnya.

Kopi luwak Malino menjadi bukti nyata bahwa produk lokal Sulawesi Selatan mampu bersaing di kancah global. Dengan proses produksi yang unik, dukungan dari berbagai pihak, dan komitmen terhadap kualitas, Kopi Luwak Malino membawa harum nama Indonesia di mata dunia (*).

Editor: Arya R. Syah.

BERITA KOTA LAINNYA:

PHRI Sulsel: Inpres 1/2025 Berpotensi Picu PHK di Industri Perhotelan

Penanganan Kasus Skincare Jadi Obrolan Seru di Warung Kopi, Polda Sulsel Diremehkan

=====================

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *