LUWU RAYA, BERITAKOTAONLINE.ID – Proyek Sustainable Farming in Tropical Asian Landscapes (SFITAL) memamerkan keberhasilan pengembangan wirausaha lokal dalam ajang Lokakarya Jejak Kolaborasi yang digelar di Aula La Galigo, Kabupaten Luwu Utara, pada 15 Mei 2025.
Didukung oleh International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan dikoordinasikan oleh World Agroforestry (ICRAF), SFITAL bersama mitra utamanya, Rainforest Alliance dan Mars, memperkuat sistem pertanian berkelanjutan berbasis kakao di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Luwu Utara.
Salah satu upaya konkret yang ditampilkan adalah pembentukan dua Kelompok Usaha Bersama (KUB) berbasis agroforestri, yakni KUB Trigona Mantap dan KUB Aren Malimbu, yang menjadi sorotan dalam Booth 4 lokakarya tersebut.
KUB Trigona Mantap yang berdiri pada 2023, digerakkan oleh petani dari Desa Malimbu, Pararra, dan Tulak Tallu di Kecamatan Sabbang.
Kelompok ini fokus pada budidaya lebah Trigona dan produksi madu alami dari kebun kakao yang dikelola secara agroforestri.
Sementara itu, KUB Aren Malimbu yang berdiri pada 2024, mengolah hasil nira pohon aren menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti gula ballo’, gula semut, sirup sarabba, dan gula aren cair.
“Kami tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga memperkuat identitas lokal dan keberlanjutan jangka panjang,” ungkap Lukmansyah, Team Manager Cocoa dari Rainforest Alliance.
Ia menekankan bahwa produk-produk yang dihasilkan merupakan hasil kolaborasi, pengetahuan lokal, dan semangat petani untuk tumbuh bersama.
Lukmansyah menjelaskan lebih lanjut bahwa usaha ini bukan hanya memperkuat pendapatan rumah tangga petani, tetapi juga membentuk identitas lokal yang berbasis praktik pertanian berkelanjutan.
BACA JUGA:
Banding PSM Diterima, Sanksi Yuran Fernandes Turun dari 12 Bulan Jadi 3 Bulan
Produk-produk tersebut kini telah dipasarkan secara lokal dan sedang dijajaki untuk masuk ke pasar regional yang lebih luas.
Program Communication Analyst CIFOR-ICRAF Program Indonesia, Tikah Atikah, menambahkan bahwa ICRAF juga terlibat dalam mendesain kemasan yang menarik guna meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk.
“Kami juga membantu mempromosikan seluruh produk yang dihasilkan oleh kedua KUB tersebut,” ujar Tikah.
Endri Martini, Agroforestry Extension Specialist dari CIFOR-ICRAF, menyatakan kebanggaannya atas keberhasilan kedua KUB yang kini menjadi contoh wirausaha komunitas berbasis sistem pertanian berkelanjutan.
“Kedua KUB ini menjadi contoh wirausaha komunitas berbasis sistem pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan potensi lokal,” tegas Endri.
Lokakarya Jejak Kolaborasi ini juga melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Luwu Utara.
Berbagai pemangku kepentingan hadir dalam kegiatan ini, mulai dari pemerintah daerah, perangkat daerah (PD), mitra pembangunan, lembaga riset, pelaku usaha, akademisi, hingga kelompok tani dan penyuluh pertanian.
Kehadiran mereka menunjukkan semangat kolaboratif dalam memperkuat sistem pertanian kakao yang tangguh dan berkelanjutan di Luwu Utara.
Dengan langkah ini, SFITAL tidak hanya mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru yang berbasis pada potensi lokal.
Produk madu Trigona dan olahan aren menjadi bukti nyata bagaimana agroforestri bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang lestari (*)
Mega/Yustus| Editor: Arya R. Syah
=======================

































































































































































































































