PNUP Perkuat Keterampilan dan Jiwa Kewirausahaan Santri melalui Pelatihan Produk Bernilai Ekonomi

Keterampilan dan Jiwa Kewirausahaan Santri
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) bersama peserta pelatihan usai kegiatan penguatan keterampilan produktif dan kewirausahaan di Pesantren Daruul Hikmah Indonesia. Gowa, Juli 2026 (Foto: Humas)

BERITA KOTA ONLINE, GOWA – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melalui kolaborasi Jurusan Teknik Kimia dan Jurusan Administrasi Niaga melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Pesantren Daruul Hikmah Indonesia, Kabupaten Gowa.

Kegiatan ini melibatkan tiga program studi, yakni D4 Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan (TRKB), D4 Teknologi Kimia Industri (TKI), dan D3 Administrasi Bisnis (AB).

Mengusung tema “Penguatan Keterampilan Produktif Remaja melalui Pelatihan Produk Bernilai Ekonomi dan Pendampingan Pemasaran Digital untuk Mendukung Kemandirian Usaha”, kegiatan ini diarahkan untuk membekali santri dan santriwati dengan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha sekaligus mendukung kemandirian ekonomi di masa depan.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Yuliani HR, mengatakan kegiatan ini dirancang dengan pendekatan terpadu yang menggabungkan keterampilan produksi, pengemasan, pemasaran digital, dan kewirausahaan.

“Pelatihan ini tidak berhenti pada kemampuan membuat produk. Kami ingin santri dan santriwati memahami proses secara utuh, mulai dari produksi, pengemasan yang menarik, bagaimana memperkenalkan produk melalui media digital, hingga memahami dasar-dasar kewirausahaan,” ucap Yuliani

“Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk dikembangkan menjadi usaha yang bernilai ekonomi,” tambahnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan langsung dalam pembuatan sejumlah produk kebutuhan sehari-hari, yakni sabun cair deterjen, sabun cair cuci piring, sabun batang, serta lotion antinyamuk.

Salah satu keunggulan kegiatan ini adalah pemanfaatan serai sebagai bahan dasar utama, yang diolah menjadi bagian dari pengembangan produk bernilai ekonomi.

Pemilihan serai sebagai bahan utama juga menjadi upaya untuk memperkenalkan pemanfaatan potensi bahan alami menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Peserta tidak hanya belajar mengenai proses pembuatan produk, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menyiapkan bahan, mengikuti tahapan produksi, hingga menghasilkan produk yang siap dikemas.

Setelah proses produksi, pelatihan dilanjutkan dengan penguatan keterampilan pengemasan dan branding produk.

Peserta diperkenalkan pada pentingnya desain kemasan, identitas produk, serta penyajian produk yang menarik agar memiliki daya saing dan lebih mudah diterima oleh konsumen disampaikan oleh Fajriaty Mas’ud dan Vilia Dharma Paramita.

Aspek pemasaran digital juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Santri dan santriwati diperkenalkan pada pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk yang dipapasrkan oleh Tjare A. Tjambolang dan Dian Ranggina.

Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi digital sekaligus membuka wawasan peserta mengenai peluang pemasaran produk melalui platform yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Selain keterampilan produksi dan pemasaran, peserta juga mendapatkan penguatan materi kewirausahaan.

Materi tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai peluang usaha, perhitungan sederhana, penentuan harga jual, serta pentingnya kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan produk ujar Yuliani HR.

Kegiatan ini didukung oleh tim dosen juga mahasiswa dari 3 Program Studi yaitu D4 TKI, D3 AB dan D4 TRKB.

Kolaborasi dua jurusan dan tiga program studi tersebut menjadi kekuatan kegiatan karena memadukan kompetensi teknologi dan proses produksi dengan aspek administrasi bisnis, kewirausahaan, serta pemasaran.

Kegiatan ini juga melibatkan delapan mahasiswa yang secara langsung mendampingi para santri dan santriwati selama proses pelatihan. Mahasiswa turut berperan dalam praktik produksi, persiapan bahan dan peralatan, pengemasan, pendampingan pemasaran, serta membantu peserta selama kegiatan berlangsung.

Keterlibatan mahasiswa sekaligus menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman di luar kampus.

Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan yang bersifat aplikatif.

Pimpinan Pesantren Daruul Hikmah Indonesia, Tajuddin, S.H., memberikan tanggapan yang sangat positif terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi PNUP dalam memberikan keterampilan praktis kepada para santri dan santriwati.

Menurutnya, kegiatan pelatihan seperti ini memberikan pengalaman yang sangat berharga karena peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga praktik langsung yang dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kreativitas dan kemandirian.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PNUP. Ini merupakan pengalaman yang luar biasa bagi santri dan santriwati kami. Mereka mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru yang sebelumnya belum mereka dapatkan secara langsung, terutama dalam membuat produk, mengemas, memasarkan, dan mengenal dunia kewirausahaan,” ungkap Tajuddin.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan dampak berkelanjutan bagi para santri dan lingkungan pesantren.

Melalui kegiatan ini, PNUP menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga membangun keterampilan produktif, kreativitas, literasi digital, dan jiwa kewirausahaan generasi muda.

Kolaborasi lintas jurusan dan program studi ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan teknologi produksi, inovasi produk, pengemasan, pemasaran digital, dan kewirausahaan, sehingga santri dan santriwati memiliki bekal keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. (Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Modal Donasi

Apresiasi Spesial

Rp

Minimal donasi Rp 5.000

Metode Pembayaran

Pesan apresiasi

Gagal / Pembayaran Belum Selesai

Silakan selesaikan pembayaran atau coba lagi nanti.