Dosen ITH Parepare Diberhentikan Sementara Terkait Dugaan Pelecehan

Parepare — Pihak Institut Teknologi Habibie (ITH) Parepare mengambil langkah administratif dengan memberhentikan sementara seorang dosen yang diduga terlibat dalam kasus pelecehan terhadap seorang mahasiswi di lingkungan kampus. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk respons awal kampus sembari menunggu proses penelusuran dan klarifikasi lebih lanjut.

 

Kabar dugaan tersebut mencuat setelah adanya laporan yang masuk melalui mekanisme internal kampus. Manajemen ITH Parepare menyatakan bahwa institusi memandang serius setiap laporan yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan civitas akademika.

 

Perwakilan pihak kampus menjelaskan bahwa penonaktifan sementara dilakukan untuk menjaga objektivitas proses pemeriksaan. Selain itu, langkah ini juga dimaksudkan untuk memberikan ruang investigasi yang adil bagi seluruh pihak yang terlibat.

 

“Kampus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Setiap laporan akan ditangani sesuai prosedur yang berlaku dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” ujar perwakilan manajemen dalam keterangan resminya.

 

Saat ini, tim internal kampus disebut tengah melakukan pengumpulan informasi dan klarifikasi dari berbagai pihak. Kampus juga membuka jalur pelaporan yang aman bagi mahasiswa atau civitas akademika yang ingin menyampaikan informasi terkait peristiwa tersebut.

 

ITH Parepare menegaskan bahwa perlindungan terhadap mahasiswa menjadi prioritas utama. Institusi berjanji akan menindaklanjuti hasil pemeriksaan sesuai aturan yang berlaku apabila ditemukan pelanggaran.

 

Di sisi lain, kampus mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Proses penanganan diharapkan dapat berjalan transparan sekaligus menjaga hak dan privasi pihak yang terlibat

 

Kasus ini menjadi perhatian publik sekaligus pengingat pentingnya sistem pelaporan dan pencegahan di lingkungan pendidikan. Sejumlah pihak berharap investigasi dapat berjalan profesional sehingga memberikan kejelasan serta menjaga kepercayaan terhadap institusi pendidikan.

 

Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan internal masih berlangsung dan pihak kampus menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut sesuai kebutuhan informasi publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *