JENEPONTO – Hasil Quick Count Pilkada Jeneponto 2024 menunjukkan perolehan suara sementara yang dirilis oleh Script Survei Indonesia (SSI) Sarif-Qalby memimpin.
Hingga pukul 19.50 WITA, data yang masuk mencapai 73 persen. Pasangan Sarif-Qalby tercatat memperoleh 42 persen suara, unggul tipis.
Pasangan Paris-Islam berada di posisi kedua dengan raihan 40,74 persen. Di urutan ketiga, Syamsuddin Karlos-Syafruddin Nurdin mengumpulkan 12,75 persen.
BACA JUGA:
Hasil Quick Count Tempatkan Andi Sudirman dan Fatmawati Unggul Di atas Angin di Sulawesi Selatan
Sementara pasangan Efendi Al Qadri Mulyadi-Andry Arief Bulu berada di posisi terakhir dengan 4,51 persen suara. Persaingan ketat di Pilkada Jeneponto.
Meski Sarif-Qalby memimpin, hasil ini masih bersifat sementara karena data yang terkumpul belum mencapai 100 persen. Rekapitulasi resmi akan menunggu KPU.
Hasil Quick Count Pilkada Jeneponto 2024 menunjukkan persaingan ketat antara Sarif-Qalby dan Paris-Islam. Selisih suara antara keduanya sangat tipis.
Proses rekapitulasi suara dimulai pada 29 November dan diperkirakan selesai pada 6 Desember. Pengumuman hasil final akan dilakukan pada 12 Desember.
BACA JUGA:
Hitung Cepat JSI Pilkada Takalar: Daeng Manye Unggul Mutlak dari Syamsari-Natsir, Nilainya 71,82 Persen
Komisioner Bawaslu Jeneponto, Sapriadi Saleh, mengingatkan agar semua pihak menunggu hasil resmi yang akan diumumkan setelah rekapitulasi.
“Kami mengimbau untuk menjaga keamanan dan ketertiban hingga hasil akhir diumumkan. Semua pihak harus tetap menghormati proses demokrasi,” kata Sapriadi.
Sementara itu, Ketua Simpul Pergerakan Mahasiswa dan Pemuda (SPMP) Sulawesi Selatan, Rais Al Jihad, menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Syarif-Qalby atas keunggulan sementara mereka dalam Pilkada Jeneponto 2024.
“Kami mengapresiasi capaian sementara pasangan Syarif-Qalby. Ini menunjukkan dukungan masyarakat yang luar biasa terhadap visi dan program yang mereka tawarkan,” ujar Rais Al Jihad, Rabu (27/11/2024).
Rais juga mengingatkan agar pendukung tetap tenang dan menjaga situasi kondusif selama proses berlangsung.
Rais menambahkan bahwa transparansi dalam proses rekapitulasi suara adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu.
“Kita harus tetap menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Semua pihak diharapkan menjaga ketertiban selama proses rekapitulasi berlangsung,” pungkasnya. (Mds).
Editor: Arya R. Syah
=================