Pipa Bocor di Pasar Bolu Akibat Alat Berat Sebabkan Air PDAM Toraja Utara Tidak Mengalir

Pipa Bocor di Pasar Bolu Akibat Alat Berat Sebabkan Air PDAM Toraja Utara Tidak Mengalir
Pipa distribusi PDAM di wilayah Toraja mengalami kebocoran akibat penggunaan alat berat dalam proyek pelebaran drainase yang dikerjakan Pemda Toraja Utara pada Rabu (19/3/2025) (Foto: Istimewa)

TORAJA UTARA – Pipa distribusi PDAM di wilayah Toraja mengalami kebocoran akibat penggunaan alat berat dalam proyek pelebaran drainase yang dikerjakan Pemda Toraja Utara pada Rabu (19/3/2025).

Kejadian ini terjadi saat proyek pelebaran dan pengerukan drainase berlangsung di Jalan Tedong Bonga, Pasar Bolu, guna mengantisipasi banjir saat hujan.

Meskipun pihak pelaksana sedang melaksanakan pelebaran dan pengerukan drainase untuk mengurangi dampak banjir, aktivitas alat berat ternyata berdampak negatif pada infrastruktur saluran distribusi PDAM.

Kerusakan pipa ini menyebabkan gangguan distribusi air kepada pelanggan, sehingga memicu keluhan serius dari masyarakat yang bergantung pada pasokan air bersih.

Menurut Direktur PERUMDAM Torut, Moses P. Limbongan, pengerjaan pelebaran drainase tidak dilengkapi dengan pengamanan terhadap pipa distribusi.

“Pipa penyaluran air mengalami kebocoran di beberapa titik karena terkena tekanan dan getaran alat berat,” ucapnya, Rabu (19/3).

Kata dia, Hal ini mengakibatkan air kotor masuk ke dalam saluran, sehingga distribusi ke pelanggan terhenti.

“Kerusakan ini menimpa jaringan pipa yang mengalir ke beberapa area, mulai dari Kampus 2 Universitas Kristen Indonesia (UKI) Kakondongan hingga kawasan pasar dan perbankan,” ujarnya.

BACA JUGA:

Klarifikasi PDAM Makassar: Pencabutan Meteran Air Sesuai Aturan Direksi, Farid Mamma Sebut Ada Unsur Premanisme

Menteri Perhubungan: Pengerjaan Proyek Bandara Hasanuddin Harus Berhenti Sementara

Dikatakan, akibat kerusakan pipa tersebut, masyarakat di wilayah Toarco, Kompleks Pasar Sentral Bolu, Pasar Hewan, Jalan Palopo, hingga Bank BNI di Pasele bawah tidak menerima aliran air seperti biasa.

Moses mengungkapkan, pihak PDAM terus menerima laporan keluhan pelanggan setiap hari dan berjanji untuk memberikan informasi terbaru mengenai progres perbaikan infrastruktur yang terdampak oleh kerusakan pipa ini

‘Keluhan-keluhan tersebut terus berdatangan ke pihak PDAM, yang saat ini masih mengikuti progres pengerjaan oleh pelaksana lapangan,” katanya.

Alat berat tersebut menyebabkan tekanan berlebih pada pipa yang sudah tidak lagi dalam kondisi prima, sehingga terjadi kebocoran yang merembeskan air ke area sekitar.

Menurut Moses, kerusakan ini tidak hanya memengaruhi pasokan air bersih, tetapi juga menurunkan pendapatan perusahaan karena pelanggan tidak dapat menggunakan layanan air secara optimal.

Hingga kini, pihak PERUMDAM bersama dengan pelaksana lapangan tengah memantau secara intensif kondisi jaringan pipa yang terdampak.

Sementara itu, pemerintah daerah diminta untuk segera melakukan evaluasi dan peninjauan ulang terkait metode pengerjaan proyek infrastruktur agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Langkah perbaikan menyeluruh atas pipa distribusi menjadi prioritas utama untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Masyarakat berharap agar perbaikan segera dilakukan agar pasokan air PDAM dapat kembali normal (*).

Megasari| Yustus | Editor: Arya R.S

==================

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *