MAKASSAR – Pelatihan Manajemen Pencatatan dan Pelaporan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak diselenggarakan oleh DPPPA Kota Makassar.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam menangani kasus kekerasan yang terus meningkat.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Makassar menggelar pelatihan ini sebagai bentuk penguatan sinergi antar lembaga.
Kegiatan ini mengundang peserta dari berbagai lembaga yang tergabung dalam jejaring UPTD PPA.
Kepala DPPPA Kota Makassar, Achi Soleman, membuka acara dan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak.
“Pelatihan ini untuk memastikan penanganan kasus dilakukan secara profesional dan sesuai dengan standar pelayanan,” katanya dalam sambutannya.
BACA JUGA:
Sidang Kasus Penganiayaan Singara Binti Dg. Jama Terus Ditunda, Pemerhati Sosial Soroti Kinerja JPU Biarkan Terdakwa Mangkir
Pelatihan Manajemen Pencatatan ini melibatkan tiga narasumber yang ahli di bidangnya. Alwi Fauzi, dari CNN, membahas strategi pelaporan kasus berbasis media.
Alfinah Mustafinah, Direktur Yayasan Pemantau dan Mitigasi Perempuan (YPMP) Sulsel, menjadi narasumber memberikan materi perspektif hukum dan gender.
Selain itu, Abdul Halid, praktisi IT, memaparkan pentingnya teknologi informasi dalam sistem pelaporan dan pengelolaan data kasus.
Dengan demikian, kolaborasi antar lembaga penting untuk memperkuat manajemen kasus, mulai dari pelaporan hingga pemulihan korban.
Pelatihan ini turut melibatkan sejumlah lembaga, seperti Polrestabes Makassar, LBH Makassar, LBH Apik, dan PKBI Sulsel.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan penanganan kasus kekerasan dapat lebih cepat, transparan, dan terintegrasi.
BACA JUGA:
Setiap 10 Menit, 1 Perempuan Menjadi Korban Pembunuhan orang Terdekat
Achi Soleman mengungkapkan, “Kami berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang didapatkan, sehingga memberikan perlindungan terbaik bagi perempuan dan anak.”ungkapnya.
Lanjut Achi mengatakan, kegiatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah Kota Makassar untuk memberikan perlindungan yang menyeluruh.
“Pelatihan ini merupakan langkah strategis yang diambil untuk menjawab tantangan peningkatan kasus kekerasan yang semakin kompleks,” tambahnya.
Ia menekankan, sinergi antar lembaga akan terus diperkuat untuk memastikan setiap kasus tertangani dengan baik.
Melalui pelatihan ini, DPPPA Makassar berharap para peserta dapat lebih memahami proses pelaporan dan pencatatan kasus secara profesional.
Dengan demikian, layanan perlindungan perempuan dan anak di Makassar dapat lebih efektif dan efisien (Jufri)
Editor: Arya R. Syah
==================