LUWU UTARA, BERITAKOTAONLINE.ID Bawaslu Luwu Utara menegaskan komitmennya untuk mengawasi netralitas aparatur sipil negara (ASN) menjelang Pilkada 2024.
Dalam konteks persaingan ketat antara empat kandidat Suaib Mansur, Muh Fauzi, Jumail Mappile, dan Arsyad Kasmar.
Bawaslu Luwu Utara bertekad untuk menindak tegas setiap ASN yang terbukti berafiliasi dengan salah satu kandidat.
BACA JUGA: Panwaslu Kecamatan Sabbang Selatan Umumkan Hasil Seleksi Pengawas TPS
Langkah ini diambil untuk memastikan integritas dan keadilan dalam proses pemilihan, mengingat dukungan masing-masing kandidat yang kuat di masyarakat.
Ketua Bawaslu Luwu Utara, Muhajirin, menyatakan bahwa pengawasan yang ketat akan dilakukan untuk mencegah keterlibatan ASN dalam politik praktis.
“Kami tidak akan main-main dalam hal ini. Setiap pelanggaran akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” ucapnya kepada Beritakotaonline.id, Jumat (25/10/2025).
Ia mengaku, saat ini, beberapa ASN telah dalam proses pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran netralitas.
Lebih lanjut, Muhajirin menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus yang akan memantau aktivitas ASN di lapangan.
BACA JUGA: Bawaslu Luwu Utara telusuri dugaan keterlibatan ASN saat pendaftaran
Tim ini akan mengawasi keterlibatan ASN dalam kampanye politik serta mendorong masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran.
“Kami mengajak masyarakat untuk proaktif dalam melaporkan jika ada ASN yang terlihat berpihak kepada kandidat tertentu,” kunci Muhajirin.
Menjelang Pilkada 2024 yang semakin dekat, netralitas ASN menjadi sorotan Direktur Eksekutif Pengawas Independen Indonesia, Tommy Tiranda.
Tommy menjelaskan bahwa keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam aktivitas politik dapat mengganggu keadilan dan keabsahan proses pemilihan.
Oleh karena itu, Bawaslu perlu mengambil tindakan tegas untuk mencegah keterlibatan tersebut agar integritas pemilihan tetap terjaga.
“Keterlibatan ASN dalam politik dapat merusak integritas pemilihan. Bawaslu harus bersikap tegas untuk mencegah hal ini,” katanya via WhatsApp (25/10).
Pria yang juga jurnalis ini berharap dengan langkah-langkah ini, proses Pilkada 2024 dapat berlangsung secara adil dan transparan.
“Kami ingin masyarakat yakin bahwa pemilihan kali ini bebas dari intervensi politik yang merugikan demokrasi,” pungkas Tommy Tiranda.
Reporter: Yustus
Editor : Arya R. Syah
=================