Proyek BTS Makassar – Maros Rp. 57 Miliar: Diprotes Warga, Aspal Berlubang dan Galian Tidak Rata Membahayakan Pengendara

Proyek BTS Makassar-Maros Rp. 57 Miliar: Diprotes Warga, Aspal Berlubang dan Galian Tidak Rata Membahayakan Pengendara
Warga memprotes Proyek BTS Makassar-Maros Rp. 57 Miliar dimana aspal berlubang dan galian tidak rata membahayakan Pengendara, Selasa (22/10/2024) (Dok. Istimewa)

MAKASSAR, BERITAKOTAONLINE.ID –Proyek BTS Makassar – Maros senilai Rp. 57 Miliar diprotes warga setempat.

Menurut Warga Jalan sepanjang kurang lebih 6 km, yang dibiayai oleh APBN 2024, seharusnya memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di kedua daerah.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya.

Sejumlah titik jalan sudah berlubang, dan kualitas pengaspalan tampak tidak memadai, memicu ketidakpuasan di kalangan pengguna jalan.

Proyek BTS Makassar Maros senilai Rp. 57 Milloar ini diprotes warga setempat, terutama mereka yang sering melintasi jalur tersebut.

Warga menilai, jalan yang tidak aman dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua.

“Kami sangat kecewa dengan kualitas jalan yang seharusnya baru saja selesai dibangun. Jalan ini berlubang dan berbahaya bagi pengguna, terutama saat hujan,” ujar salah satu warga, Amir yang bermukim di daerah tersebut, Selasa (22/10/2022).

Ia menambahkan bahwa keberadaan lubang di jalan bisa menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh pengendara lain yang merasa rugi waktu dan biaya.

“Kami berharap pemerintah lebih teliti dalam memilih kontraktor. Jangan sampai uang rakyat terbuang sia-sia karena proyek yang tidak berkualitas,” ungkap Fatima, seorang pelajar yang setiap hari melewati jalan tersebut.

BACA JUGA: Warga Keluhkan Proyek Milliaran Rupiah Pembangunan Gedung Kesehatan di Jeneponto Tak Kunjung Rampung

Proyek BTS Makassar-Maros Rp. 57 Miliar:
Tampak kualitas jalan yang seharusnya baru saja selesai dibangun. Jalan ini berlubang dan
galian tidak rata berbahaya bagi pengguna, terutama saat hujan Foto: Istimewa

Menurutnya, kondisi jalan yang buruk mengganggu perjalanan ke sekolah dan menghambat aktivitas masyarakat.

LEMKIRA INDONESIA, sebuah lembaga yang mengawasi kinerja aparatur negara, saat memperoleh informasi warga langsung menuju ke lokasi.

Aktivis dari lembaga tersebut, Ismail Tantu saat berada di lokasi menegaskan, bahwa terdapat indikasi penyimpangan teknis yang berpotensi merugikan negara.

“Kami mendapati bahwa banyak titik jalan yang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan sebelum musim hujan tiba. Ini jelas menunjukkan adanya masalah serius dalam pelaksanaan proyek,” tegas Ismail.

Ismail mengatakan, kualitas pengerjaan proyek menjadi sorotan utama. Ia menjelaskan bahwa penggunaan aspal yang tidak sesuai standar dapat menjadi penyebab utama kerusakan.

“Hasil pengaspalan tampak tidak rata, dengan agregat kasar berhamburan di mana-mana. Ini jelas merupakan tanda bahwa komposisi aspal yang digunakan tidak memadai,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi ini dapat mengakibatkan jalan cepat rusak dan berpotensi menambah beban keuangan negara.

Tidak hanya masalah pengaspalan, proses pelebaran jalan juga menuai kritik. Ismail menyebutkan bahwa penggalian untuk pengecoran beton dilakukan secara sembarangan.

“Dimensi dari pengecoran ini jauh dari spesifikasi yang ditetapkan. Ini tidak hanya menambah biaya, tetapi juga membuka celah untuk penyelewengan anggaran,” katanya.

BACA JUGA: Pejabat Pembuat Komitmen Proyek BTS 4G Didakwa Rugikan Negara Rp 8 T

Dengan adanya indikasi penyimpangan ini, LEMKIRA INDONESIA mendesak agar aparat hukum segera turun tangan.

Menanggapi hal ini, Farid Mamma, Direktur Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (PUKAT) Sulawesi Selatan, memberikan tanggapan keras terhadap proyek ini.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan proyek dengan anggaran besar harus diiringi dengan kualitas yang baik.

“Jika terbukti ada ketidaksesuaian spesifikasi, para pelaksana proyek dapat dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” jelas Farid.

Farid juga menyatakan bahwa tidak hanya pelaksana proyek yang harus bertanggung jawab, tetapi juga pihak-pihak yang mengawasi proyek tersebut.

“Kami akan terus mendorong penegak hukum untuk menyelidiki lebih dalam. Jangan sampai uang rakyat hanya dinikmati oleh segelintir pihak yang bermain curang,” ungkap Farid dengan nada tegas.

Dalam upaya meningkatkan akuntabilitas, masyarakat berharap agar proyek ini diawasi secara ketat oleh pihak berwenang.

“Kami ingin proyek ini benar-benar bermanfaat dan tidak merugikan negara. Jika ada penyimpangan, kami berharap ada tindakan tegas,” kata Amir, mewakili suara masyarakat.

Kondisi jalan ini, yang seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat Maros dan Makassar, kini terancam menjadi simbol kegagalan manajemen proyek.

Masyarakat menginginkan agar penegak hukum segera bertindak dan memastikan bahwa proyek ini memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Dengan adanya sorotan dari berbagai pihak, diharapkan masalah ini bisa segera diselesaikan demi kebaikan bersama (Arya).

Editor: Andi Ahmad Effendy

===================

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *