TORAJA-BERITAKOTAONLINE.ID Perumda Mekar Sejahtera Toraja Utara mengelola pupuk bokashi organik dari limbah kerbau yang berasal dari Pasar Hewan Bolu.
Direktur Perumda, Salvinus Sawelinggi, menjelaskan bahwa mereka memanfaatkan limbah pertanian terintegrasi dengan peternakan untuk memproduksi pupuk berkualitas.
Mereka mengumpulkan kotoran kerbau dan sekam padi, lalu mengolah serta memfermentasinya dengan Effective Microorganisms 4 (EM4).
BACA-JUGA:
Pemkab Jeneponto Ingin Gandeng Food Station Jakarta Sejahterakan Petani
Salvinus menyebutkan bahwa proses ini menghasilkan pupuk organik yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Usaha mereka berkembang pesat dengan pesanan datang dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Luwu, Enrekang, Tana Toraja, dan Toraja Utara.
Pupuk bokashi mereka sekarang diakui dan dicari di pasar karena mutu yang tinggi.

Dia menekankan, bahwa pupuk bokashi penting, meskipun kandungan haranya lebih rendah dibandingkan pupuk anorganik.
Namun, aplikasinya yang lebih besar dan aman untuk tanaman menjadikannya pilihan yang lebih baik bagi petani.
BACA-JUGA:
Bimtek Pupuk Organik Hayati di Bantul: Inovasi Baru Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Pupuk organik ini memperbaiki kualitas dan kesuburan tanah, serta menjadi solusi ramah lingkungan dengan biaya produksi rendah.
Pupuk bokashi hasil fermentasi ini mengandung lebih banyak unsur hara yang siap diserap oleh akar tanaman.
Salvinus menambahkan bahwa produk ini membantu mengurangi penggunaan pupuk kimia dan mengelola limbah menjadi sumber daya bermanfaat.
Dengan harga terjangkau Rp35.000 per zak 25 kg, pupuk bokashi diharapkan membantu petani meningkatkan hasil pertanian mereka.
Usaha ini juga berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan di sekitar Pasar Hewan Bolu, menciptakan dampak positif bagi masyarakat (yustus).