JAKARTA-BERITA-KOTA-ONLINE.ID-Kontroversi mewarnai laga perempat final sepak bola PON 2024 antara Aceh dan Sulawesi Tengah yang digelar pada Sabtu, 14 September 2024.
Wasit Eko Agus Sugiharto menjadi sorotan setelah keputusannya selama pertandingan memicu ketidakpuasan dan konflik.
Insiden puncaknya terjadi ketika Eko, yang memimpin pertandingan, mengalami pemukulan oleh salah satu pemain tim Sulawesi Tengah, Muhammad Rizki Saputra, setelah memberikan penalti kontroversial kepada Aceh.
FIFA Memuji Performa Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Reaksi Keras Erick Thohir Usai Wasit KO Dipukul Pemain Sulteng di PON
Pertandingan berlangsung dengan ketegangan tinggi akibat sejumlah keputusan yang dianggap merugikan salah satu pihak.
Eko Agus Sugiharto memberikan beberapa kartu merah yang dianggap tidak konsisten, serta membuat keputusan penalti di menit-menit akhir yang mengundang kemarahan tim Sulawesi Tengah.
Keputusan tersebut menjadi titik balik, menyebabkan reaksi emosional dari Rizki Saputra yang kemudian memukul wasit. Akibatnya, Eko terjatuh dan mengalami cedera.
PSSI, sebagai otoritas sepak bola Indonesia, merespons insiden ini dengan serius. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu, 15 September 2024, PSSI mengutuk keras tindakan pemukulan yang dilakukan Rizki dan menegaskan bahwa sanksi terberat dapat dikenakan.
Sanksi tersebut termasuk larangan seumur hidup baik untuk pemain yang terlibat maupun untuk wasit jika terbukti ada pelanggaran serius atau pengaturan hasil pertandingan.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa insiden ini merupakan tamparan berat bagi sepak bola Indonesia dan tidak mencerminkan nilai-nilai fair play yang diusung oleh PSSI.
Erick Thohir juga menggarisbawahi bahwa PSSI akan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kepemimpinan wasit dan sportivitas pemain dalam pertandingan tersebut.
“Kami tidak akan mentolerir tindakan yang merusak integritas permainan,” tegas Erick. PSSI berkomitmen untuk menyelidiki semua aspek dari insiden ini, memastikan bahwa semua pihak yang terlibat mendapatkan sanksi yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Investigasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai apakah ada unsur pengaturan pertandingan atau kecurangan dalam kepemimpinan wasit.
PSSI juga menekankan bahwa sanksi yang dijatuhkan tidak hanya sebagai hukuman tetapi juga sebagai pernyataan tegas bahwa sepak bola Indonesia menolak praktik tidak fair. .
Keputusan akhir dari PSSI akan menjadi cermin dari komitmen mereka terhadap integritas dan keadilan dalam olahraga sepak bola di tanah air (Arya).