SAdAP : Perbedaan Identitas Jangan Dijadikan Alat untuk Memusuhi Apalagi Memprovokasi Orang Lain

  • Bagikan

Jakarta, Beritakota Online-Beredar video dengan durasi singkat tentang aktifitas Tenaga kerja asing di daerah morosi Kabupaten Konawe..

Dalam video yang diedarkan tersebut seseorang yang tidak diketahui identitasnya merekam aktifitas warga yang berdagang disekitar area tambang dan membaur dengan para pekerja tambang yang mayoritas warga asing.

Narasi yang dibangun dalam rekaman dinilai publik sebagai upaya untuk memprovokasi dengan dalih para tenaga kerja asing yang datang ke Konawe mendominasi kegiatan perekonomian disana sehingga muncul persepsi bahwa bangsa ini telah dikuasai oleh asing.

Terkait hal itu, Syarifuddin Daeng Punna salah satu dewan pembina Forum Satu Nusantara (FORTUNA) Angkat bicara.
Ketika dihubungi pihak media, pria yang akrab disapa SAdAP ini menyampaikan bahwa kehadiran para pekerja asing di Morosi jangan dilihat sebagai suatu masalah apalagi dikaitkan dengan kedaulatan Negara.

Terlalu Primitif cara pandang kita kalau menilai hal itu sebagai ancaman, padahal kehadiran para pekerja asing disana profesional, mereka bekerja sesuai dengan regulasi dan kemampuan SDM yang memadai ujarnya.

Lanjutnya, SDM kita saat ini belum mampu bersaing dengan bangsa luar. Banyak potensi Alam yang dimiliki oleh Negara kita, namun karena keterbatasan Sumber daya manusia sehingga tidak terkelola dengan baik olehnya itu tuhan menciptakan beragam manusia dengan latar belakang, karakter yang berbeda-beda untuk saling kenal mengenal dan saling membantu antara satu bangsa dengan bangsa yang lain.

Hal ini dijelaskan dalam Al Quran Surah Al Hujurat ayat 13 yang berbunyi ” Ya Ayyuhannasu inna kholaqnakum min dzakari wa untsa wa jaalnakum syuuban wa qobaila litaarofu”.

Bahwa sesungguhnya tuhan telah menciptakaan manusia dengan berbagai perbedaan hingga menjadikan berbangsa-bangsa agar kita saling kenal mengenal. Dari penggalan ayat itu kita dapat memaknai segala ciptaan tuhan mempunyai manfaat dan tentu dapat saling mengisi kekurangan yang ada.

Kodrat manusia sebagai mahluk yang paling tinggi derajatnya bila dibandingkan dengan mahluk lainnya. Maka dari itu pergunakanlah akalmu dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan umat, bangsa dan negara.

Olehnya itu, saya pesankan kepada pihak-pihak yang selama ini menghujat pemerintah dengan narasi-narasi yang negatif, saatnya hentikan dan kita saling berangkulan untuk membangun bangsa ini. Tidak ada gunanya kita saling menyalahkan, karena semakin kita menghujat pemerintah maka kita akan semakin tertinggal oleh negara lainnya yang sudah semakin maju peradabannya bahkan mereka telah mampu memproduksi teknologi mutakhir.

Hentikan provokasi dengan mengatasnamakan perbedaan identitas, kita masih belum mampu untuk mengelola potensi tambang yang dimiliki bangsa ini, maka dibutuhkan teknisi yang menguasai hal itu, dan harapan saya masyarakat di morosi kabupaten konawe tidak terprovokasi dengan adanya isu-isu yang tidak produktif dan merugikan daerah tutup SAdAP. (Relis SC)

Editor : H.Sakkar/Andi A Effendy

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *