Inovasi KR2M Pembuatan Kompos Dari Sampah Rumah Tangga di Tamangapa

  • Bagikan

Makassar, Beritakota Online-Memanfaatkan sampah organik MENJADI pupuk kompos merupakan salah satu upaya GUNA melestarikan lingkungan. Sampah organik yang sangat potensial dijadikan pupuk kompos adalah sampah rumah tangga. Pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos memberikan dampak sangat positif, Dua di antaranya adalah menghasilkan pupuk organik berkualitas bagus dan mengatasi masalah sampah di lingkungan. Meski sampah organik rumah tangga dapat terurai, namun dalam jumlah banyak acaranya kan mencemari lingkungan, Padahal mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos sangat mudah.

Mengapa pupuk kompos menjadi solusi alternatif penanggulangan masalah persampahan di Kota Makassar dan menjadi fokus Gerakan Manggala Tanpa Sekat dan KR2M Manggala ? Karena dalam pembuatan pupuk kompos, tidak perlu mengeluarkan banyak biaya. Sebab, alat dan bahan yang digunakan sangat berbiaya rendah atau “Low budget”, bahan utama pembuatan kompos sangat melimpah di Kecamatana Manggala (dekat dengan TPA), Satu-satunya yang harus beli hanya aktivator pengomposan atau EM4, itupun kawan-kawan di Gerakan Manggala Tanpa Sekat dan KR2M sudah bisa membuatnya sendiri), Selebihnya kita bisa memanfaatkan alat dan bahan yang ada di rumah, seperti pisau, gunting dan lain-lain.
Khusus wadah pengomposan ( Compost Bag), Gerakan Manggala Tanpa Sekat dan KR2M memanfaatkan sisa-sisa baligo, dijahit mengikuti desain yang telah ditentukan, demikian penjelasan salah satu inisiator Gerakan Manggala Tanpa Sekat, Mashud Azikin disela-sela acara Panen Perdana Produksi EM4 dan Sosialisasi Gerakan Memilah Sampah Mulai dari Rumah Tangga di Kelurahan Tamangapa, yang dihadiri oleh murid-murid, para orang tua murid, serta guru-guru dari SDN Parinring dan TK Adinda Parinring, Sabtu 27 Nopember 2021. Dalam kegiatan tersebut disosialisasikan cara membuat EM4 (pengurai sampah organik) dan Pupuk Kompos dengan menggunakan EM4 secara mandiri. Turut hadir di dalam kegiatan tersebut para inisiator Gerakan Manggala Tanpa Sekat dan KR2M, Haba Dg Bali, Kanisius Kanis, Hadijah Latief, Hamidah dan Irfan.
Pupuk kompos dari sampah rumah tangga memiliki banyak manfaat terutama bagi tanah dan tanaman, memberikan unsur hara makro dan mikro lengkap untuk tanaman, meskipun jumlahnya kecil. Kompos juga memiliki kemampuan memperbaiki (menurunkan) kadar keasaman tanah (meningkatkan pH tanah), sehingga bisa kembali normal dan subur. Namun demikian , proses ini memerlukan waktu cukup panjang.
Humus yang terkandung di dalam kompos dapat meningkatkan sumber hara makro dan mikro mineral secara alami. Memperbaiki tanah padat menjadi lebih gembur. Dengan demikian, kapasitas penyerapan air oleh tanah jadi meningkat, aktivitas mikroba yang bermanfaat untuk tanah juga meningkat, dengan demikian dapat mengurangi penyakit tanaman. Mulai sekarang, jangan asal buang sampah rumah tangga. Kunci Mashud Azikin menutup pertemuan.(**)

Laporan : Kanis Kanisius
Editor :Iwan/Andi Eka/AA.Rakhmansya/Andi A Effendy

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *