Makassar, Beritakota Online -Salah satu fokus Gerakan Manggala Tanpa Sekat adalah mengupayakan Solusi alternatif pengentasan dan penanggulangan masalah persampahan di kota Makassar khususnya di Kecamatan Manggala, Kami menawarkan alternatif penanggulangan sampah berbasis komunitas.

Demikian Haba Dg Bali yang didapuk oleh para inisiator Gerakan Manggala Tanpa Sekat sebagai Pimpinan Proyek “Compos Maker” yaitu proyek penanggulangan sampah sedini mungkin mulai dari rumah tangga. Proyek “Compos Maker”, ini mempunyai misi memilah dan memanfaatkan sampah dengan mengandalkan rumah tangga sebagai pelaku utamanya.
Hari ini “Gerakan Manggala Tanpa Sekat” yang dimotori oleh ekponen yang berasal dari KR2M Kecamatan Manggala (Kanisius Kanis dan Haba Dg Bali), KKADP (Hadijah Latief), LMP Tamangapa (Irfan), Komunitas Sehat (Hamidah,SE) dan Komunitas Peradaban (Mashud Azikin) melakukan produksi perdana EM4 yang merupakan bahan utama yang berbahan baku Mikroorganisme pengurai sampah untuk dijadikan kompos.
EM4 adalah kepanjangan dari Efektif Mikroorganisme 4, yaitu larutan yang didalamnya terkandung berbagai macam Bakteri Menguntungkan yang fungsi bakterinya sama dengan Bakteri yang biasa kita buat MOL (Mikroorganisme Lokal ), namun EM4 ini lebih efektif di bandingkan menggunakan MOL. EM4 ini jauh lebih efektif karena mengalami 4 kali tahap peroses perkembangbiakan mikroorganisme. sedangkan MOL hanya 1 tahapan saja. terlebih lagi EM4 ini sudah teruji di lapangan sehingga tepat Daya, Tepat guna dan sebagainya.
EM4 merupakan larutan yang didalamnya terkandung berbagai macam mikroorganisme hasil fermentasi dari bahan-bahan organik yang berwarna coklat kekuning-kuningan berwujud cair.
Effective Microorganism 4 atau yang biasa disingkat EM4 pertama kali ditemukan oleh Prof. Dr. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus, Okinawa, Jepang. Larutan EM4 berisi mikroorganisme fermentasi (Indriani, 2004).
EM4 bukanlah pupuk tetapi bahan yang dapat mempercepat proses pembuatan pupuk organik dan kualitas pupuk. Keunggulan teknologi EM4 adalah pupuk kompos dapat dihasilkan dalam waktu yang relatif singkat dibanding ketika menggunakan cara konvensional.
Semoga “Program Memilah Sampah Dari Rumah Tangga” ini, dapat memberi inspirasi bagi warga kota Makassar khususnya warga Kecamatan Manggala untuk sedini mungkin “turun tangan” bahu membahu mengatasi problematika Persampahan Kota Makassar, yang saat ini menjadi Pekerjaan Rumah Pemerintah kota Makassar yang tak kunjung usai, demikian Mashud Azikin, Alumni Kimia Unhas yang juga bertindak sebagai Konsultan Proyek EM4 Gerakan Makassar Tanpa Sekat ini. (Kanis Kanisius)
Editor : Andi Eka/Iwan D/AA Rakhmansya/Andi A Effendy